oleh

Robek Lambang PMII, Dosen IAIN Madura Akan Dipecat

PortalMadura.Com, Pamekasan – Oknum dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Jawa Timur, Eko Ari Widodo, yang diduga melecehkan organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terancam kehilangan dua jabatannya sekaligus di kampus tersebut.

Dosen filsafat itu akan dipecat sebagai anggota senat kampus dan sebagai ketua jurnal IAIN Madura. Hal itu berdasarkan tuntutan kader PMII yang melakukan dua kali aksi demonstrasi dalam satu minggu terakhir.

Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim, di hadapan pendemo menyampaikan, sebagai anggota senat kampus yang bersangkutan merupakan utusan dari fakultas. Oleh karena itu, pihaknya akan meminta dekan fakultas untuk memecat yang bersangkutan. Sementara tuntutan pemecatan sebagai ketua jurnal IAIN Madura juga akan dilakukan.

“Anggota senat itu usulan fakultas, kalau saya nerima-nerima saja. Saya akan meminta pak Zainal (Dekan Fakultas FEBI, red) untuk mengganti yang bersangkutan. Kemudian, kita akan cari ganti Bapak Eko Widodo sebagai ketua jurnal IAIN Madura,” tegasnya, Rabu (20/11/2019).

Baca Juga: Organisasi Dilecehkan, PMII Tagih Janji Rektor IAIN Madura

Ada lima tuntutan kader PMII kepada rektor IAIN Madura atas dugaan pelecehan terhadap organisasi PMII oleh oknum dosen Eko Ari Widodo. Yakni, meminta kampus memecat Eko Ari Widodo sebagai anggota senat, memecat sebagai ketua rumah jurnal IAIN Madura, mengeluarkan dari IAIN Madura, memecat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan menskorsing yang bersangkutan selama proses berlangsung.

“Mengeluarkan Eko Ari Widodo dan memecat dari ASN keputusannya besok, kita akan rapatkan apakah sampai dipecat atau tidak. Selanjutnya, kalau beliau diskorsing sekarang korbannya adalah mahasiswa, tinggal dua tiga kali pertemuan mereka akan dapat nilai,” jelasnya di hadapan pendemo.

Jumat (14/11/2019), oknum dosen IAIN Madura, Eko Ari Widodo merobek banner penerimaan anggota baru (Mapaba) PMII Rayon Syari’ah IAIN Madura yang terpasang di lingkungan kampus. Saat peristiwa tersebut di lokasi kejadian ada mahasiswa yang notabene kader PMII.

Tanpa basa-basi, dosen filsafat itu menurunkan banner yang menyebabkan lambang PMII robek. Tidak hanya itu, oknum dosen itu kemudian membuangnya ke tempat sampah. Hal itu yang menyebabkan kader pergerakan tersebut marah, karena dianggap melecehkan organisasi.

Akibat tindakan itu, PMII melakukan aksi di area kampus. Aksi pertama dilakukan pada tanggal 18 November 2019, dan aksi kedua hari ini Rabu, 20 November 2019. Tidak hanya itu, PMII juga melaporkan yang bersangkutan ke polisi atas tuduhan pengrusakan.

Penulis: Marzukiy
Editor: Desy Wulandari

Komentar