oleh

‘Rokat Roma’ Kendi Dipendam Lurus ‘Bubungan’

PortalMadura.Com, Pamekasan – Tradisi ‘Rokat Roma’ (selamatan rumah) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur sampai sekarang tetap lestari di kalangan masyarakat. Seperti yang terjadi di Desa Mapper, Kecamatan Proppo, Sabtu (23/5/2015).

Di desa ini, setiap orang yang memiliki rumah baru pasti akan melakukan ‘Rokat Roma’ atau tasyakuran atas dibangunnya rumah baru. Adapun tradisi yang dilakoni sangat unik.

Adalah, Nurul Silaturrohmah yang melakukan ‘Rokat Roma’ dengan menyembelih seekor ayam kampung. Kemudian dipanggang dan disuguhkan secara utuh kepada sanak keluarga dan tetangga yang diundang tanpa dipotong-potong terlebih dahulu.

“Hal itu merupakan tradisi yang sulit ditinggalkan, karena sudah mulai nenek moyang melakukan hal semacam ini. Kalau dalam bahasa lain adalah Selametan atau tasyakuran,” ungkapnya.

Uniknya, dalam tradisi ini selain menyediakan ayam panggang utuh, pun juga menyediakan kembang tujuh rupa ‘jajan pasar’ (Jen Pasar-Madura) serta bubur tujuh warna.

“Kemudian, kembang tujuh rupa, bubur tujuh warna dan tulang ayam seperti tulang sayap kanan dan kiri serta tulang kepala dimasukkan ke dalam kendi yang kemudian dipendam lurus dengan ‘bubungan’ rumah (ujung atap rumah, red),” katanya.

Tradisi itu dianggap bisa membawa keberuntungan dalam menjalani hidup usai membangun rumah barunya tersebut. Tentunya, sebagai perantara atas pertolongan Allah SWT. (Marzukiy/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.