Rupiah Melemah di Tengah Antisipasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Avatar of PortalMadura.com
Rupiah Melemah di Tengah Antisipasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Rupiah Melemah di Tengah Antisipasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

PortalMadura.comNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Jumat siang (5/12/2025), meski pasar global tengah mengantisipasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan pekan depan.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 10.45 WIB di pasar spot exchange, rupiah melemah 8 poin atau 0,05% ke level Rp16.661 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS naik tipis 0,06% ke level 99,04.

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif dari sehari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Kamis (4/12/2025), rupiah sudah terkoreksi 25 poin ke posisi Rp16.653 per dolar AS.

Meski demikian, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS justru menjadi faktor yang berpotensi mendorong penguatan rupiah dalam jangka pendek.

Menurut pengamat pasar uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025 kini mencapai 86%.

“Ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan AS yang mencapai 86% di Desember untuk sementara membantu mendorong penguatan rupiah belakangan ini,” ujar Ariston, dikutip dari Antara, Jumat (5/12/2025).

Pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin diprediksi akan diputuskan dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan depan.

Keputusan ini didorong oleh sejumlah faktor, termasuk inflasi AS yang mulai melandai, data ketenagakerjaan yang melambat, serta dampak dari penutupan pemerintah (government shutdown) terpanjang dalam 43 hari.

Namun, di dalam negeri, rupiah menghadapi tekanan dari faktor domestik. Ariston menyoroti dampak bencana banjir bandang di Sumatera yang memicu rencana stimulus oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI).

“Stimulus tersebut, meski bertujuan membantu pemulihan, justru memberikan tekanan jangka pendek terhadap nilai tukar karena berpotensi melebarkan defisit fiskal dan mendorong likuiditas berlebih,” jelasnya.

Dengan mempertimbangkan dinamika global dan domestik tersebut, Ariston memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp16.630 hingga Rp16.680 per dolar AS hingga akhir pekan.

Pasar kini menantikan keputusan resmi The Fed, yang diyakini akan menjadi penentu arah mata uang emerging markets, termasuk rupiah, dalam beberapa pekan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses