PortalMadura.com–Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren penguatan dengan mencatat level Rp16.847 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot Jakarta, Jumat (23/1/2026). Angka ini menandai penguatan sebesar 49 poin atau 0,29% dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp16.896 per dolar AS.
Penguatan rupiah hari ini melanjutkan tren positif yang telah berlangsung sejak pertengahan pekan. Pada Kamis (22/1), rupiah menguat 40 poin menjadi Rp16.896 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.936. Sehari sebelumnya, Rabu (21/1), kurs rupiah juga naik tipis ke Rp16.929 per dolar AS.
Tak hanya di pasar spot, indikator resmi Bank Indonesia juga mencerminkan kepercayaan pasar terhadap rupiah. Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Kamis ditetapkan di level Rp16.902 per dolar AS, menguat signifikan dari Rp16.963 sehari sebelumnya.
Analis memperkirakan penguatan rupiah didorong oleh beberapa faktor, termasuk pelemahan dolar AS secara global, aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar keuangan domestik, serta sentimen positif dari stabilitas kebijakan moneter BI yang tetap waspada namun tidak gegabah.
Pergerakan tiga hari berturut-turut ini menunjukkan bahwa rupiah mulai menemukan momentum pemulihan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Investor kini memantau respons kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga daya tahan nilai tukar jelang rilis data inflasi dan neraca perdagangan pekan depan.





