Rupiah Menggila ke Rp16.776! Trump-Modi Sepakat Dagang, Dolar AS Tertekan

Avatar of Kenzo Chandra
Rupiah Menggila ke Rp16.776! Trump-Modi Sepakat Dagang, Dolar AS Tertekan
Rupiah Menggila ke Rp16.776! Trump-Modi Sepakat Dagang, Dolar AS Tertekan

PortalMadura.comNilai tukar rupiah menguat 0,13% ke level Rp16.776 per dolar AS pada perdagangan pagi Selasa (3/2/2026), didorong kabar kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan India yang diumumkan Presiden Donald Trump sehari sebelumnya. Penguatan ini sejalan dengan tren mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap mata uang Paman Sam.

 

Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka menguat 38 poin di level Rp16.760 pada pembukaan pasar. Meski sempat bergerak melemah tipis, hingga pukul 10.00 WIB mata uang Garuda bertahan di kisaran Rp16.776 per dolar AS.

 

Di kawasan Asia, rupee India mencatat penguatan paling signifikan sebesar 0,52%. Disusul baht Thailand (0,14%), won Korea Selatan (0,07%), yen Jepang (0,06%), dan yuan Cina (0,07%). Pergerakan ini mencerminkan sentimen positif pasar global terhadap perkembangan hubungan dagang AS-India.

 

Presiden Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan Perdana Menteri Narendra Modi melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (2/2/2026). Dalam pernyataannya, Trump menyebut Modi berkomitmen membeli produk Amerika dalam jumlah jauh lebih besar serta menghentikan impor minyak dari Rusia. Sebagai gantinya, India akan meningkatkan impor minyak dari AS dan berpotensi Venezuela.

 

“Kesepakatan ini akan berlaku tanpa penundaan,” klaim Trump dalam unggahannya. Namun hingga Selasa pagi, teks resmi kesepakatan belum dirilis secara publik. Gedung Putih dan Kantor Perwakilan Dagang AS juga belum memberikan konfirmasi detail kepada media.

 

Lukman, Analis Doo Financial Futures, menilai kabar kesepakatan tersebut turut menekan dolar AS sehingga membuka ruang bagi penguatan rupiah. “Namun penguatan rupiah mungkin terbatas karena indeks dolar AS masih naik menyusul rilis data manufaktur AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan,” jelasnya kepada Katadata, Selasa (3/2).

 

Di sisi domestik, investor juga mencermati tekanan pada pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren penurunan yang dimulai sejak pekan lalu. Kondisi ini turut membatasi apresiasi lebih lanjut terhadap rupiah.

 

Sementara itu, para ahli hukum dan anggota parlemen Demokrat mempertanyakan legalitas kesepakatan dagang yang diumumkan Trump tanpa persetujuan Kongres. Trump dan pendukungnya berargumen bahwa wewenang eksekutif telah mencakup kewenangan menyepakati perjanjian dagang tanpa persetujuan legislatif.

 

Bagi pelaku usaha dan investor, fluktuasi nilai tukar hari ini menjadi pengingat pentingnya memantau dinamika kebijakan perdagangan global yang dapat berdampak langsung pada stabilitas rupiah dan biaya impor-ekspor di Tanah Air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses