Rupiah Menguat ke Rp16.768, Menkeu Yakin BI Kuasai Kendali Nilai Tukar 2026

Avatar of PortalMadura.com
Rupiah Menguat ke Rp16.768, Menkeu Yakin BI Kuasai Kendali Nilai Tukar 2026
Rupiah Menguat ke Rp16.768, Menkeu Yakin BI Kuasai Kendali Nilai Tukar 2026
PortalMadura.comMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinan penuh terhadap kemampuan Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sepanjang 2026. Pernyataan ini disampaikan seiring penguatan rupiah yang mencapai Rp16.768 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (27/1), setelah sepekan lalu sempat berada di level Rp16.945 per dolar AS.
“Saya pikir mereka cukup ahli dan saya akan serahkan ini ke bank sentral. Mereka cukup jago mengendalikan nilai tukar rupiah,” ujar Purbaya kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa sore.
Meski menyerahkan kendali utama kepada otoritas moneter, Purbaya menegaskan Kementerian Keuangan tetap berkoordinasi intensif dengan BI. Ia mengacu pada pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo yang optimistis rupiah akan terus menguat secara fundamental. “Bank sentral akan menjaga nilai tukar rupiah dan kami akan berkoordinasi terus. Saya yakin menguat terus, jadi saya ikut Pak Gubernur saja,” tambahnya.
Optimisme tersebut didukung oleh sejumlah fondasi ekonomi kuat. Perry Warjiyo menjelaskan dalam kesempatan terpisah bahwa penguatan rupiah ditopang oleh inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang membaik, serta imbal hasil investasi yang menarik di Tanah Air. BI juga menunjukkan komitmen kuat menstabilkan nilai tukar melalui berbagai instrumen kebijakan.
Gubernur BI mengakui adanya tekanan jangka pendek akibat kenaikan harga pangan volatile yang dipicu cuaca ekstrem dan gangguan distribusi komoditas. Namun, tekanan tersebut dinilai tidak akan mengganggu tren penguatan jangka panjang.
Sebagai langkah antisipasi, BI telah memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebanyak lima kali sejak September 2024 hingga berada di level 4,75 persen. Langkah ini memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga daya tarik investasi. Perry menegaskan bank sentral masih membuka peluang penurunan suku bunga lebih lanjut jika kondisi memungkinkan.
Di sisi operasional, BI aktif melakukan intervensi di berbagai pasar keuangan. Langkah tersebut mencakup pasar Non-Deliverable Forward (NDF) di luar negeri—meliputi kawasan Asia, Eropa, dan Amerika—serta pasar domestik melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Strategi multilayer ini dinilai efektif meredam gejolak nilai tukar akibat sentimen global maupun faktor domestik jangka pendek.
Penguatan rupiah pada awal 2026 ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Koordinasi erat antara otoritas fiskal dan moneter diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga momentum penguatan nilai tukar sepanjang tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses