Rupiah Menguat ke Rp16.895 per Dolar AS, Didorong Meredanya Ketegangan Global dan Aksi Tegas Pemerintah

Avatar of PortalMadura.com
Rupiah Menguat ke Rp16.895 per Dolar AS, Didorong Meredanya Ketegangan Global dan Aksi Tegas Pemerintah
Rupiah Menguat ke Rp16.895 per Dolar AS, Didorong Meredanya Ketegangan Global dan Aksi Tegas Pemerintah

PortalMadura.comNilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (22/1/2026). Di pasar spot, rupiah ditutup pada level Rp16.895 per dolar AS, menguat 0,24% dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp16.936 per dolar AS.

Di sisi lain, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan penguatan lebih tajam, yakni 0,35% menjadi Rp16.902 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.963.

Penguatan ini didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik global, terutama setelah Presiden AS Donald Trump menarik ancaman tarif terhadap Eropa dan mengumumkan kerangka kesepakatan soal Greenland. “Trump juga menegaskan bahwa penggunaan kekuatan militer tidak akan dilakukan,” kata Ibrahim Assuaibi, Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Kamis (22/1/2026).

Pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi penting dari AS hari ini, termasuk Produk Domestik Bruto (PDB), klaim pengangguran awal, dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (Core PCE)—indikator inflasi utama yang menjadi acuan The Federal Reserve dalam menentukan arah suku bunga.

Dorongan dari Dalam Negeri

Selain sentimen eksternal, penguatan rupiah juga mendapat dukungan dari dalam negeri. Pasar merespons positif langkah pemerintah dalam memberantas praktik under invoicing—modus ilegal manipulasi nilai impor-ekspor yang selama ini merugikan negara hingga ribuan triliun rupiah dan memperlebar defisit anggaran.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadikan isu ini sebagai prioritas. Pemerintah yakin, pemberantasan under invoicing akan meningkatkan penerimaan Bea dan Cukai secara signifikan.

“Ke depan, pengawasan akan diperketat, termasuk melalui pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI),” tambah Ibrahim.

Proyeksi Rupiah Hari Ini

Menjelang perdagangan Jumat (23/1/2026), Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif, namun masih berpeluang menutup pekan dengan penguatan terbatas. Rentang pergerakan diperkirakan berada di Rp16.860 hingga Rp16.900 per dolar AS.

Dengan kombinasi stabilitas global dan komitmen reformasi fiskal domestik, rupiah menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang konsisten—menjadi sinyal positif bagi investor dan pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi global yang masih rentan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses