oleh

Saham Twitter Melambung Dua Kali Lipat

NEW YORK, (PortalMadura) — Walaupun banyak pihak yang meragukan rupanya Saham Twitter langsung “terbang”, dan naik 92 persen dari harga pada awal  pembukaan dalam penawaran saham perdana (IPO) yang dilakukan di bursa New York, Kamis (7/11/2013).

Yang lebih hebat lagi, Angka itu dicapai sebelum waktu tengah perdagangan. Sebelumnya hari pertama perdagangan, Twitter sudah menangguk tak kurang dari 25 miliar dollar AS atau sekitar Rp 270 triliun. Saham Twitter diperdagangkan pada harga 45,1 dollar AS per lembar, sesaat sebelum pukul 10.50 waktu setempat atau pukul 22.50 WIB, Kamis.

Harga Saham tersebut jauh melambung tinggi di bandingkan penetapan harga awal perusahaan yang terkenal dengan burung birunya tersebut sebab awalnya ditetapkan “hanya” senilai 26 dollar AS per lembar pada Rabu (6/11/2013). Harga saham Twitter terus melaju sampai sempat menembus harga 50 dollar AS per lembar, sebelum kemudian turun ke 47 dollar AS per lembar.

Pendapatan Twitter dari perdagangan perdana sahamnya mencatatkan 22 kali nilai perkiraan penjualan pada 2014. Padahal, selama ini keuangan Twitter jeblok. Pada kuartal terakhir, Twitter bahkan mencatatkan kerugian hampir senilai 70 juta dollar AS atau setara Rp 770 miliar.

Para pendukung Twitter berkeyakinan media sosial yang satu ini telah menjadi utilitas yang sangat diperlukan di internet, berdampingan dengan Google dan Facebook. Dengan sekitar 230 juta pengguna di seluruh dunia, Twitter jelas menggiurkan untuk menjadi media periklanan global.

“Ketika orang menggunakan Twitter mereka mengikuti orang-orang tertentu, mereka mencari informasi tertentu,” kata Mark Mahaney, analis di RBC Capital Markets seperti yang dikutip dalam wawancara dengan Reuters.

Dia pun menilai potensi pemasaran iklan melalui Twitter mendekati posisi Google. “Sesuatu yang tak benar-benar dimiliki Facebook,” imbuh dia. (Reuters/fahmi)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.