Said Abdullah Bangga Madura FC Juara Paruh Musim Liga 2 2018

  • Bagikan
MH Said Abdullah
MH Said Abdullah (Foto: Madura FC)

PortalMadura.Com, Sumenep – Presiden Madura FC, MH Said Abdullah bangga dengan raihan prestasi skuat Madura FC yang menyandang sebagai juara paruh musim Liga 2 2018 wilayah timur.

Laskar Jokotole yang berkandang di Stadion A Yani, Panglegur, Sumenep ini tetap kokoh berada di puncak klasemen sementara dengan raihan tujuh kali kemenangan, dua kali seri, dan dua kali kalah.

“Sungguh, ini patut diapresiasi dan saya bangga. Ini harus dipertahankan hingga Liga 2 Indonesia 2018 tuntas. Madura FC bisa!,” ungkap Said, Rabu (1/8/2018), yang juga anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Pihaknya menilai, Madura FC mampu tampil konsisten dan tidak mengecewakan selama masa putaran pertama di grup wilayah timur Liga 2 Indonesia 2018, sehingga selama masa putaran membuat Madura FC berada di puncak klasemen sementara.

“Saya minta kawan-kawan manajemen, ofisial, dan utamanya tim pelatih dan pemain, untuk saling bersinergi dan kompak. Gu’-teggu’ sabbu’. Semua komponen Madura FC harus bersatu-padu,” ujarnya.

Pesan khusus kepada pemain, ia menyampaikan bahwa sepak bola adalah kolektivitas dan permainan tim, bukan individu, tapi bergotong-royong.

Baca : Kumpulan Berita Madura FC Hebat

Baca : MH Said Abdullah Peduli

“Itu harus menjadi prinsip dalam setiap bermain. Tunjukkan aksi kalian dalam konteks tim. Tanpa kerja sama dan kontribusi antar pemain, yakinlah kekalahan akan lebih dekat dibanding kemenangan,” tegasnya.

Menurutnya, sejarah bangsa ini, negara kita tercinta, telah mengajarkan sekaligus membuktikan bahwa bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Gotong royong harus menjadi ruh permainan Madura FC.

“Saya yakin seyakin-yakinnya kawan-kawan pemain memahaminya. Itu harus dipertahankan,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta agar pemain Madura FC memiliki jiwa petarung. Kalah, seri, dan menang adalah konsekuensi dari sebuah pertandingan. Namun, jangan sampai pemain merasa kalah sebelum berlaga.

“Madura FC hebat! Ngadek sodek perjuga. Pemain Madura FC harus gagah dan berdiri tegak. Saya memang ingin Madura FC hanya diisi oleh petarung dan pejuang sejati. Tak ada kamus kalah sebelum laga berakhir. Jangan pulang sebelum kau menang. Itu harus menjadi prinsip para pemain Madura FC,” tandasnya.

Kalau pun kalah, sambungnya, karena kekalahan merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah pertandingan, Madura FC harus kalah secara terhormat.

“Kalah setelah pemain berjuang habis-habisan. Kalah setelah menyuguhkan penampilan yang apik sekaligus tontonan menarik bagi penonton. Kalahlah dengan kepala tegak,” katanya mengingatkan.

Ia pun berucap syukur atas capaian sementara Madura FC pada masa Liga 2 Indonesia 2018. “Kita boleh bangga atas raihan sementara ini. Saya pun wajib mengapresiasi tim pelatih dan para pemain,” ucapnya.

Namun, ia mengingatkan agar tidak tinggi hati. Tidak boleh takabur atau sombong. “Kita tetap harus rendah hati. Andhap asor harus menjadi sendi perilaku sehari-hari kita, termasuk pemain dalam setiap laga,” katanya.

Bahkan, pihaknya mengharamkan bagi pemain Madura FC mengentengkan kekuatan lawannya. Jangan sekali-kali pemain Madura FC meremehkan kemampuan lawannya.

“Mengentengkan kekuatan dan meremehkan kemampuan lawan hanya akan membuat kita tidak awas dalam setiap laga dan kondisi itu akan membuat kita cenderung kalah,” pungkas Said, yang juga Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.(Hartono)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.