oleh

Salam Redaksi : 745 Tahun Sudah Umur Sumenep?

PortalMadura.Com – Setiap tanggal 31 Oktober, diperingati sebagai “Hari Jadi Kabupaten Sumenep”. Tentu tak cukup hanya menggelar atau pun menampilkan seabrek kegiatan yang sifatnya hiburan.

Memang menampilkan seni-budaya yang dimiliki masyarakat Sumenep dan mengenang jasa-jasa pahlawan itu penting. Tetapi, tidak harus menguras uang rakyat yang nilainya, konon mencapai ratusan juta.

Peringatan Hari Jadi yang ke 745 ini harus ada target capaian atau bukti nyata yang bisa dipertanggungjawabkan pada rakyat. Sebab, mereka tidak semuanya bicara “Hari Jadi” dan mereka sudah bisa menilai.

Satu juta lebih rakyat Sumenep, hanya segelintir orang yang terlibat dalam “Hari Jadi”. Di perkampungan, di pelosok desa. Bahkan, di pulau-pulau kecil diluar sana tidak mengerti apa hari jadi. Karena mereka masih sibuk mencari sesuap nasi yang tidak ditopang dengan infrastruktur yang memadai.

Rakyat miskin di Sumenep masih tercatat tinggi. Bila berdasarkan pada pagu raskin 2014, ada 116. 378 RTSPM (Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat). Tapi, angka ini belum bisa dikategorikan mewakili jumlah warga miskin yang sebenarnya.

Pergantian kepemimpinan dari Raja Arya Wiraraja, sebagai raja pertama di Keraton Sumenep hingga berderet sejumlah nama pemimpin handal dan kini KH. A Busyro Karim sebagai bupati, tentu sudah banyak capaian pembangunan dari segala sektor.

Namun, rakyat sering berkata lain, “Sumenep belum ada kemajuan”. Pemahaman belum ada kemajuan yang dipahami rakyat, bukan berarti tidak ada program atau pun target yang dicapai oleh pemerintahan dari raja pertama hingga kepemimpinan sekarang. Namun, mereka butuh kecepatan dalam mengemas program, sehingga benar-benar dirasakan dan Sumenep ada perubahan besar.

Momentum Hari Jadi, harus dijadikan cambuk dan tolok ukur keberhasilan maupun kegagalan program pemerintah. Sehingga umur Kabupaten Sumenep yang sudah mencapai 745 tahun tidak hanya menambah betapa tuanya umur Sumenep, namun tidak sebanding lurus dengan capaian program untuk mensejehterakan rakyat.

Pemimpin disebuah pemerintahan, memang bukan bertugas untuk “memuaskan” semua lapisan masyarakat. Tapi, pemimpin harus menjadi seorang master of possibilities. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin agar diterima oleh rakyat atau kelompok yang dipimpinnya.

“Selamat Hari Jadi Sumenep”!

(redaksi)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE