oleh

Sebatang Kara, Nenek Tua Ini Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

PortalMadura.Com, Sampang – Mbah Mardinep, Nenek usia 60 tahun ini bertempat tinggal di rumah tidak layak huni.

Ia hidup sebatang kara di Dusun Bunut, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Rumah Mbah Mardinep ini terbuat dari anyaman bambu dengan kondisi sudah bolong-bolong dan di ditempel dengan kayu-kayu lapis.

Kayu penyangga dan anyaman bambu terlihat rapuh terkikis usia dan atap genting bergeser dari tempatnya karena badan rumah reot.

Suami Mbah Mardinep mendahului menghadap Sang Pencipta 15 tahun silam. Kebutuhan hidupnya, mengandalkan uluran tangan tetangga dekat.

Untuk memasak pun, harus menggunakan ranting dan dahan kayu dengan tungku tanah liat.

Selama ini, Mbah Mardinep hanya mendapatkan bantuan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) pada masa pandemi Covid-19.

“Saya mendapat bantuan baru sekarang dari desa. Tidak apa-apa. Tidak kecewa,” katanya, Minggu (27/12/2020).

Mbah Mardinep tetap bersyukur dengan kondisi hidupnya, meski rumahnya bocor saat hujan dan dinding anyaman bambu yang bolong-bolong.

“Semoga saja pemerintah membantu memperbaiki rumah saya ke depan. Agar lebih nyaman ditempati dan atap tidak bocor lagi,” harapnya.

Kepala Desa Sejati, Syaifuddin membenarkan, Mbah Mardinep mendapatkan BLT DD Covid-19. “Ia, hanya menerima BLT DD yang dapat dirasakan oleh Mardinep selama ini,” terangnya.

Pengajuan bantuan bedah rumah layak huni melalui Dinas Sosial (Dinsos) maupun Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) sudah dilakukan.

“Satu tahun lalu, kami sudah perintahkan perangkat desa untuk mendata. Kemudian kami ajukan,” katanya.

Dari data warga miskin yang diajukan hanya Mardinep yang tidak dapat bantuan rumah tidak layak huni.

“Kami kurang tahu juga, kenapa hanya Mardinep yang tidak mendapatkan bantuan bedah rumah itu,” pungkasnya.(*)

Penulis : Rafi
Editor : Desy Wulandari

Komentar