Sebelum Dibawa KPK, Bupati Pamekasan Sempat Mengisi Penutupan TMMD

Avatar of PortalMadura.Com
Sebelum Dibawa KPK, Bupati Pamekasan Sempat Mengisi Penutupan TMMD
Bupati Pamekasan Ach Syafii pada acara penutupan TMMD, Rabu (2/8/2017)

PortalMadura.Com, , Ahmad Syafii sempat mengisi acara penutupan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Bukek, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sebelum dibawa dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Pamekasan, Rabu (2/8/2017).

Bahkan, sekitar pukul 09.30 WIB, masih memegang cangkul dan sempat melakukan sesi foto bersama dengan para personil TNI dan aparat kepolisan serta warga tokoh setempat. “Sewaktu saya sapa beliau sedang megang cangkul, tapi tak ada komentar apapun,” kata salah seorang yang hadir dalam acara itu, yang enggan disebutkan namanya.

Pada pukul 12.25 WIB, tim KPK justru membawa orang nomor satu di Pamekasan itu, bersama sejumlah terduga OTT dari Polres Pamekasan menuju mobil polisi dengan dijaga ketat oleh personil kepolisian berikut patwal yang mengawal dalam perjalanan hingga Surabaya. Sementara penyidik KPK sendiri pulang menggunakan dua mobil jenis Avanza.

Belasan orang yang dibawa KPK, satu diantaranya, Bupati Pamekasan Ach Syafii, Kepala Kantor Inspektorat Pemkab Pamekasan, Kejari Pamekasan, Kasi Pidsus Kejari Pamekasan, dan Kasi Intel Kejari Pamekasan.

Selain itu, dua orang staf inspektorat, dua staf Kejari, Kepala Desa Dasok Kecamatan Pademawu dan Kepala Desa Mapper Kecamatan Proppo serta satu orang yang tidak diketahui identitasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun PortalMadura. Com, operasi tangkap tangan (OTT) kali ini atas dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) Kabupaten Pamekasan tahun anggaran 2015-2016.

Selama di Pamekasan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI juga menyegel dua kantor pemerintahan di Kabupaten Pamekasan, Rabu (2/8/2017) sekitar pukul 07.25 WIB.

Dua kantor tersebut adalah Kantor Inspektorat Pemkab di Jalan Jokotole, dan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan di Jalan Raya Panglegur.

Di kantor Inspektorat yang disegel lembaga anti rasuah itu adalah ruang Inspektur. Sementara di kantor Kejari yang diberi line bertuliskan KPK adalah ruang kasi pidana khusus (pidsus).(Hasibuddin/Har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.