Sediakan Nasi Urap Ikan Pindang, ‘Warung Kopi Cangker Kaca’ Diburu Konsumen

Avatar of PortalMadura.com
Penulis: Nor FitriyahEditor: Hartono
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – ‘Warung Kopi Cangker Kaca’ menjadi buah bibir para penikmat kuliner khas Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Warung yang berlokasi di Jalan Raya Kecamatan Saronggi, Sumenep-Pamekasan itu, menyediakan menu makanan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Menu makanan yang sedang diburu konsumen, yakni nase’ orap (nasi urap/sego urap jawa) dengan ikan pindang segar yang hanya diberi label Rp10 ribu/ porsi.

Bahkan, pengunjung juga dimanja dengan beragam menu makanan lainnya, di antaranya nase’ jhegung (nasi jagung), ayam goreng, ayam bakar, ikan goreng dan bakar serta tempe penyet.

Camilan pun tersedia, ada pisang keju, bakdabak petis, sosis petis, nuget goreng, tahu krispi, dan kentang goreng. Berbagai minuman buah juga tersedia.

‘Warung Kopi Cangker Kaca’ yang buka 24 jam ini, minuman kopi menjadi andalan pada malam hari.

Sediakan Nasi Urap Ikan Pindang Warung Kopi Cangker Kaca Diburu Konsumen
dok. Opening ‘warung kopi cangker kaca, Saronggi, Sumenep, Madura (istimewa)

Owner Warung Kopi Cangkir Kaca, Hosnan Hermawan menjelaskan, menu makanan yang biasa disebut nase’ orap menjadi daya tarik tersendiri, umumnya diburu oleh ibu-ibu, baik dari wilayah pedesaan maupun dari kota.

“Mereka seperti ingin mengobati rindu pada nase’ orap yang sudah nyaris punah di tengah kehidupan masyarakat. Apalagi disajikan dengan ikan pindang segar,” kata Hosnan.

Menurutnya, menu nase’ orap tidak ada di tempat lain, khususnya di wilayah Saronggi dan Bluto. “Nase’ orap itu juga sangat disuka oleh semua kalangan, baik dewasa maupun komunitas remaja,” terangnya.

Bagi pengunjung ‘Warung Kopi Cangker Kaca’ akan merasakan pesona alam pedesaan alami. Selain tempatnya bersih, terdapat sejumlah gazebo terbuat dari bambu untuk pengunjung.

Biar Warung Kopi Cangker Kaca, seumur jagung, namun sudah menjadi jujukan komunitas untuk menggelar acara, seperti halal bihalal dan rapat-rapat.

Selain menu nase’ orap ikan pindang yang menjadi favorit, fasilitas tempat rapat, musala, dan kamar mandi dan parkir motor sudah tersedia. Namun, untuk parkir khusus roda 4 masih dalam proses pengembangan pihak manajemen.

“Untuk fasilitas tentu terus kita benahi. Omzet kan masih kecil, kisaran Rp1 juta setiap hari. Kalau bulan puasa, bisa sampai Rp3 juta lebih setiap malamnya,” pungkas Hosnan merendah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.