oleh

Sekda Sumenep Akui Kontribusi Dua BUMD Nihil ke PAD

SUMENEP (PortalMadura) – Sekretaris Daerah Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, Hadi Sutarto mengakui jika kontribusi dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT Wira Usaha Sumekar (WUS) dan PD Sumekar masih belum optimal.

“Hasil evaluasi kami tidak tercapainya target PAD dari PD Sumekar yang bergerak di Apotik itu disebabkan usaha yang dijalankan hanya fokus pada satu usaha,” kata Sekda, Jum’at (21/02/14).

Di 2013, ungkapnya, usaha PD Sumekar hanya fokus pada penyediaan obat-obatan di apotik, bahkan di 2014, obat-obatan itu akan melekat ke RSUD bersamaan dengan adanya Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS).

“Ini yang menyebabkan kurang berkembangnya PD Sumekar itu,” ujarnya.

Meski demikian, sambungnya, Pemkab akan mengkaji lagi kendala yang dialami perusahaan itu termasuk dari sisi sumber daya manusianya, bahkan siap menfasilitasi mengenai potensi usaha yang bisa digarap PD Sumekar sesuai struktur organisasinya.

“Kami akan mengkaji lagi apa kira-kira yang pas untuk dikembangkan oleh PD Sumekar ini,” jelasnya.

Lebih lanjut sekda memaparkan, sedangkan PT WUS, usaha yang masih aktif dijalankan hanya SPBU, tidak ada usahalain, sementara SPBU-nya tahun 2013 dalam proses perbaikan hingga sekarang belum selesai.

“Jadi kemungkinan menghasilkan pada tahun lalu sangat kecil karena masih dalam perbaikan,” tutur sekda.

Kendati demikian, Pemkab akan mengevaluasi semua SKPD penghasil termasuk BUMD itu berkaitan dengan target pendapatan yang ditetapkan.

“Kami akan evaluasi BUMD, karena sumber pendapatan yang diandalkan itu salah satunya PAD,” tegasnya.

Sementara itu, tahun 2013, Pemkab memberikan penyertaan modal kepada PD Sumekar sebesar Rp 500 juta dan pada PT WUS sebesar Rp 1,1 miliar dan hingga kini, dua perusahaan itu tidak memberikan kontribusi kepada PAD.(arif/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar