Sekda Sumenep Bantah Terlibat “Kongkalikong” Proyek Gedung ICU RSUD

Avatar of PortalMadura.com
Hadi Soetarto
dok. Hadi Soetarto
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep –  Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Hadi Soetarto membantah jika terlibat dalam dugaan konspirasi pemenangan tender proyek pembangunan gedung ICU RSUD dr Moh. Anwar Sumenep.

“Saya tidak pernah ikut campur dalam soal tender. Apalagi sampai ke luar pagar, di dalam pagar saja saya tidak pernah ikut-ikutan soal itu. Terus terang, saya tidak pernah intervensi,” katanya via telepon pada wartawan, Selasa (24/5/2016).

Tudingan keterlibatan atau “kongkalikong” Sekda pada proyek APBD senilai Rp16 miliar itu, datang dari aktifis Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS). Beberapa waktu lalu, pihak rekanan PT Trisna Karya masuk ke ruang Sekda. Itu terjadi, setelah proses verifikasi. Kala itu, juga ada Direktur RSUD dr Moh Anwar, dr Fitril Akbar.

Baca Juga:  4 Tim Lolos Semifinal, Berikut Jadwal Laga Liga Santri KSAD di Sumenep

Hadi Soetarto yang akrab disapa Atok itu, justru mengaku sering memarahi PT Trisna Karya saat rapat. “Saya memang tidak suka dengan pihak PT Trisna Karya, bahkan saya marahi. Nah, soal itu, lebih baik mas konfirmasi langsung dengan LPSE saja,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS), Ahmad Zainullah membeberkan beberapa data terkait adanya dugaaan kuat konspirasi antara beberapa pihak tertentu untuk meloloskan salah satu kontraktor tidak profesional itu.

Disusul dengan rekam jejak PT Trisna Karya yang tidak bagus. Yakni baru selesai menjalani masa karantina di LKPP Pusat selama dua tahun akibat kasus proyek dua paket di Jawa Tengah. (baca: Kuras APBD Rp16 Miliar Renovasi Gedung ICU RSUD Sumenep)

Baca Juga:  Al Furqon Gunduli 4-0 Versus Nurul Islam

“Hasil pekerjaannya tidak beres. Dan juga masih memiliki tanggungan kepada pihak Asuransi (ASKRINDO, red.),” terang Zainullah.

Selain itu, PT Trisna Karya adalah pelaksana proyek Pasar Anom Baru Sumenep, yang hingga kini pembangunannya tak kunjung selesai hingga berakibat pada nasib para pedagang.(Hartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.