oleh

Sengketa Lahan Pendidikan, Legislatif Sampang Panggil Dinas Terkait

PortalMadura.Com, Sampang – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Madura, Jawa Timur H. Guntur mengatakan, banyaknya lahan sekolah yang digugat ahli waris merupakan bukti ketidak seriusan pemerintah daerah untuk menjaga dan melegalkan aset negara.

“Kondisi ini akan menjadi momen bergejolaknya para ahli waris, dua kejadian ini awal mula nantinya akan timbul para penggungat lainnya,” katanya, Selasa (26/7/2016).

Pihaknya berjanji, dalam pekan ini akan memanggil beberapa dinas terkait untuk membicarakan permasalahan lembaga pendidikan yang masih dalam sengketa kepemilikan lahannya.

“Inikan menyangkut tentang legalnya lahan dan juga masa depan pendidikan. Maka dalam minggu ini kami akan lakukan pemanggilan,” ujarnya.

Berdasarkan data laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Jawa Timur Tahun 2016, dari total 692 lahan lembaga pendidikan, terinci 319 lahan bersertifikat, 326 lahan belum bersertifikat, dan 37 lahan bersengketa.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Heri Purnomo mengaku akan menunggu hasil keputusan pengadilan untuk menyelesaikan persoalan sengketa lahan.

“Kami masih berupaya untuk mencari bukti-bukti kuat sebagai penunjang dalam pengajuan sertifikat lahan itu,”dalihnya kepada media. (lora/har)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.