oleh

Serapan Gabah Petani Sumenep Jauh dari Target

PortalMadura.Com, Sumenep – Serapan gabah petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga pertengahan tahun 2017 masih jauh dari target. Pertengahan Juli, serapan gabah petani baru mencapai 1.252 ton, sementara target dalam setahun sebanyak 4.311 ton.

“Hampir setiap hari masih ada serapan gabah dari sejumlah kecamatan di Sumenep. Kalau masih ada petani yang panen ke depan pasti akan terus ada serapan gabah,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Habe Hayat, Jumat (21/7/2017).

Menurut Habe, ada beberapa kendala yang menghambat penyerapan gabah petani itu, salah satunya petani di Sumenep ini masih belum terbiasa menjual gabah hasil panennya. Mereka masih memilih menyimpannya untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Beda kalau petani di luar Madura, mereka di sana langsung menjual gabah hasil panen setiap kali panen. Sedangkan di Sumenep masih belum seperti itu. Selain itu, harga di Bulog memang masih lebih rendah dibanding diluaran. Kalau di luar petani bisa menjual gabah Rp 5 ribu per kilogram, tapi di Bulog hanya Rp 4.650 per kg,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap optimis akan memenuhi target. Karena masih ada waktu untuk memenuhi target tersebut. “Kami yakin target itu akan bisa terpenuhi hingga ahir tahun,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, instansinya menargetkan penyerapan gabah petani di bulan Juli sebanyak 2.563 ton, hingga saat ini telah terealisasi 1.252 ton, jadi masih tersisa 1.311 ton yang belum terpenuhi.

“Untuk sisa sebanyak 1.311 ton itu kami yakin bisa terpenuhi hingga akhir Juli ini. Sedangkan untuk target tahunan, kami tetap berupaya agar petani terus menjual gabahnya hingga memenuhi target,” imbuhnya. (Arifin/har)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.