oleh

Sering Diguyur Hujan, Tanaman Tembakau Berpotensi Rusak

PortalMadura.Com, Sampang – Kualitas tanaman tembakau di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, berpotensi terus menurun akibat diguyur hujan.

“Kalau di tempat saya, tanaman tembakau tidak terendam. Namun, akibat curah hujan yang terbilang tinggi tentu sangat mempengaruhi kualitas tembakau,” ujar salah seorang petani tembakau di Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Ahmad, Rabu (30/6/2021).

Banyak tanaman tembakau milik petani terendam air hujan. Bahkan, petani harus melakukan penanaman ulang bibit tembakau yang mati akibat diguyur hujan.

“Curah hujan tinggi membuat tanaman tembakau terendam air dan mati, sehingga petani menanam ulang,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang, Nurul Hayati menyampaikan, aktivitas petani melakukan penanaman tembakau belum merata dan berlangsung sejak akhir April 2021.

“Kami belum bisa melakukan pendataan terhadap petani tembakau. Apakah petani lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.

Pihaknya menyebutkan, petani tembakau terbanyak melakukan penanaman menyebar di wilayah utara, yakni Kecamatan Sokobanah, dan daerah pinggiran Kota Sampang.

Kondisi tanaman tembakau, lanjut Nurul, terlihat cukup memprihatinkan, banyak tanaman tembakau usia muda layu dan berpotensi rusak akibat intensitas curah hujan.

“Jika sering turun huja ke depan dan tembakau tidak bisa banyak menyerap air, maka tanaman tembakau sangat berpotensi dilakukan penanaman ulang,” terangnya.

Menurutnya, solusi agar tanaman tidak terendam air hujan dan mencegah gagal panen, petani perlu memperhatikan saluran air yang berlokasi di ladang non pegunungan atau sawah dataran rendah.

“Petani harus memerhatikan saluran air pada sawahnya. Terutama bagi pemilik sawah yang berlokasi bukan pegunungan atau kondisi tanah rata,” pungkasnya.(*)

Penulis : Rafi
Editor : Raudatul Fitrah

Komentar