oleh

Sering Dirayu Pria, SPG Cantik Ini Tetap Berjuang Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup

DEVI APRILLIA salah satu sales promotion girl (SPG) cantik asal Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengaku sering dirayu pria. Ia yang akrab disapa Devi ini memaklumi hal itu dan ikhlas menjadi SPG perusahaan rokok, karena ingin memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Meski diakui Devi menjadi SPG identik dengan anggapan negatif dari masyarakat, namun masih menikmati menjadi SPG. Sebab honornya jauh lebih besar dibanding menjadi karyawan biasa di bank swasta.

“Saya juga pernah kerja di bank, kalo honornya memang lumayan besar menjadi SPG rokok,” kata Devi pada PortalMadura.Com, Sabtu (18/4/2015).

Ia yang lahir di kota Gerbang Salam Pamekasan 20 tahun lalu ini sebenarnya mempunyai keinginan untuk melanjutkan kuliah, tapi harus menata ekonomi keluarga terlebih dahulu.

“Saya tidak mungkin mengandalkan biaya dari orang tua, karena bapak sudah pensiun dan ibu hanya kerja swasta. Jadi, harus kerja ngumpulin uang dulu agar bisa kuliah,” ujar anak kedua dari empat bersaudara ini.

Dengan bekal ilmu yang didalami sejak SMK di Jombang, Devi tak mengenal lelah untuk berusaha menutupi kebutuhan keluarga dan sebagian ditabung sebagai persiapan kuliah.

Ia setiap hari kelapangan menjajakan salah satu produk rokok dan harus memenuhi target perusahaan. Sasarannya tidak hanya perkantoran, melainkan menemui semua komponen masyarakat di wilayah Pamekasan dan Sumenep.

Disaat itulah, kadang ada pria yang mencoba merayu. Bahkan, dengan ungkapan gombal diluncurkan. “Mau beli mbak, sama orangnya berapa,” kata Devi menirukannya.

Devi mengaku risih dengan ungkapan tersebut, namun tetap berusaha senyum dan memberi pemahaman dengan ramah. “Maaf, saya kerja yang halal untuk membantu orang tua,” ujar Devi.

Dirinya sadar, pasti ada pria yang mencoba merayu, selain berpakaian seksi, profesi SPG untuk masyarakat Madura belum mendapat tempat yang nyaman.

“Saya maklumi, mas. Masyarakat Madura kan agamis. Dan saya sadar soal itu,” pungkasnya.(Hartono)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.