Sering Merasa Nyeri di Payudara? Ini Penyebabnya!

Nyeri pada payudara
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Tak jarang bagi para wanita mengalami rasa nyeri di area payudara menjadikannya langsung paranoid. Tidak usah khawatir dan jangan gegabah, hal itu sangat wajar terjadi.

Ada beberapa alasan normal payudara nyeri yang anda alami. Ketahui lebih lanjut yuk mengapa daerah payudara terasa nyeri.

Penyebab Payudara Nyeri

Nah, berikut ini beberapa penyebab payudara terasa nyeri.

Ukuran Bra Yang Tidak Pas

Ukuran bra sangat penting untuk dada Anda, ada wanita yang selalu menggunakan bra yang lebih sempit agar terlihat lebih seksi, padahal bra tersebut hanya membuat dada Anda sesak dan rasa sakit pada bagian payudara Anda.

Begitu pula dengan bra yang longgar, memberi ruang pada payudara Anda dan cepat ataupun lambat akan membuat payudara Anda kendor, seperti kebiasaan wanita diluar negeri yang jarang menggunakan bra, hal ini tidak hanya membuat payudara anda sakit dan bebas bergerak, namun akan membuat payudara kendor.

Dan ketika anda lari pun akan terasa sakit pada payudara Anda karena kawat pada bra tidak menahan seutuhnya. Gunakanlah bra yang pas, sehingga aman untuk payudara Anda.

Pra Menstruasi Syndrome

yang paling sering terjadi adalah Pra Menstruasi Syndrom, hal ini dialami oleh semua wanita dan sangat normal terjadi. Perubahan hormon estrogen yang mendadak 3 hari menjelang datangnya haid, biasanya nyeri ini disebut nyeri payudara siklik.

Para wanita biasanya telah mengetahui penyebab ini, dari emosional yang pasang surut, perubahan bentuk payudara, nafsu makan yang tidak terkendali, dan perasaan yang lebih sensitif.

Olahraga Berat

Kurangi olahraga yang berat-berat, hal ini penyebab utama payudara terasa nyeri. Bukan untuk berhenti berolahraga, namun carilah olahraga yang pas untuk Anda para wanita. Dari tekstur tubuh, fikiran hingga perasaan saja berbeda dengan laki-laki, olahraga pun harus lebih dapat memilah.

Jika Anda ingin mengencangkan payudara dengan berolahraga, boleh saja namun tidak berlebihan. Karena olahraga dapat menyebabkan otot kaget, dan begitupun otot-otot area payudara Anda. Beri dukungan sport bra ketika anda olahraga, agar payudara tetap nyaman dan tidak mengalami banyak gerakan/tekanan ekstra.

Terlalu Banyak Mengkonsumsi Kafein

Kafein adalah salah satu bahan yang membuat tubuh nagih lagi untuk mengkonsumsinya. Seperti halnya kopi dan teh, penikmat kopi dan teh tentu sangat menjadwalkan rutinitas meminum kopi, namun adakalanya mereka mengkonsumsi secara berlebihan. Apakah anda salah satunya? Tidak untuk berhenti mengkonsumsi kopi, namun kurangi saja. Takaran yang pas untuk kopi atau teh adalah 2 gelas perhari. Penelitian baru pun menyatakan bahwa kafein yang terkandung didalam 2 minuman tersebut mengundang rasa nyeri pada payudara, walaupun efeknya tidak langsung terasa namun akan menyebabkan adanya benjolan di area payudara dan terkadang akan menimbulkan rasa sakit.

Pil KB

Saat payudara sakit biasanya penyebabnya selalu perubahan hormonal. Seringnya disebabkan jenis Pil KB. Periksa label atau pemberitahuan kecil tentang peringatan efek samping nyeri payudara. Tapi, tak semua perempuan mengalami nyeri payudara saat minum pil KB. Bicaralah dengan dokter Anda dan beralih ke metode pengendalian kelahiran yang tidak akan menyebabkan malapetaka dengan hormon Anda.

Cara Mengatasi Nyeri pada Payudara

Tahukah anda jika 30 persen wanita mengalami perbaikan nyeri payudara siklik setelah tiga siklus haid dan tanpa pengobatan apa pun. Tapi kenyataannya, nyeri ini bisa kambuh kembali. Pengobatan untuk mengatasi nyeri payudara perlu disesuaikan dengan penyebabnya.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan rasa nyeri pada payudara tanpa obat-obatan, antara lain menggunakan bra yang sesuai ukuran, mengurangi makanan yang mengandung lemak jenuh, mengurangi asupan kafein, dan berhenti merokok. Anda juga dapat menggunakan kompres air hangat atau pun dingin.

Jika diperlukan, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, atau aspirin untuk membantu meringankan nyeri. Namun, bagi wanita di bawah usia 20 tahun, hindari konsumsi aspirin karena dapat meningkatkan risiko sindrom Reye. Ketika mengonsumsi obat, perhatikan label kemasan untuk dosis dan cara penggunaannya.

Jika Anda tengah hamil atau sedang merencanakan kehamilan, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan.

Nyeri pada payudara yang parah atau berlangsung terus menerus hingga lebih dari tiga minggu, disarankan dikonsultasikan ke dokter.

Waspada Kondisi Khusus

Meski nyeri pada payudara umumnya tidak berbahaya, namun ada beberapa kondisi khusus yang membuat Anda harus segera berkonsultasi ke dokter, seperti :

  • Perubahan bentuk atau ukuran payudara.
  • Keluarnya cairan yang diiringi darah dari puting payudara.
  • Ruam di sekitar puting atau perubahan bentuk puting.
  • Bengkak atau benjolan disertai nyeri pada ketiak dan tidak sesuai dengan datangnya siklus haid.
  • Tampak dimpling atau permukaan payudara yang nampak seperti tertarik dari dalam jaringan payudara.
  • Gejala infeksi seperti bengkak, kemerahan atau rasa panas payudara yang disertai

Nyeri pada payudara merupakan hal yang wajar terjadi, terutama menjelang siklus menstruasi. Namun, waspadai rasa sakit yang diiringi dengan gejala tambahan atau pun berlangsung lama. Segera konsultasikan kondisi tersebut ke dokter.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.