Setelah Berolahraga, Bolehkah Langsung Minum Air Es?

Minum Air
ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Minum air es atau air yang dingin bagi kebanyakan orang memang sangat menyegarkan, apalagi saat usai olahraga. Rasanya, sebotol air es mampu membuat tubuh kembali segar dan bugar.

Namun yang harus Anda ketahui adalah minum air es tidak selamanya membawa dampak baik bagi tubuh Anda. Pasalnya, minum air es setelah berolahraga membawa sejumlah risiko yang tidak Anda ketahui. Benarkah itu?.

Sebelum memahami pengaruh minum air es pada tubuh setelah berolahraga, Anda perlu mengetahui bahwa air es dan air dingin tidaklah sama.

Air dingin berkisar pada suhu 4 hingga 15 derajat Celsius. Suhu air es rata-rata berada di bawah 4 derajat Celsius. Ini berarti memasukkan satu atau dua butir es batu tidak lantas menjadikan air Anda sedingin es, namun hanya mendinginkannya saja. Bila mengukur suhu air sulit dilakukan, coba rasakan sendiri saat minum karena biasanya air es akan menyebabkan gigi Anda ngilu.

Lantas, mengapa air es sebaiknya tidak diminum setelah berolahraga?

Ternyata minum air es setelah berolahraga tidak dianjurkan oleh ahli kesehatan. Air es justru berisiko menimbulkan dampak-dampak yang tidak baik bagi butuh.

Berikut adalah penjelasan mengapa air es sebaiknya Anda hindari setelah berolahraga:

Tidak Cepat Diserap Tubuh
Berbeda dengan air dingin atau air dengan suhu ruangan, air es sulit diserap oleh tubuh setelah berolahraga. Air dingin bisa melewati lambung lebih cepat sehingga air tersebut bisa dikirimkan menuju usus halus untuk penyerapan yang lebih maksimal.

Setelah berolahraga, tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi karena Anda kehilangan banyak cairan lewat keringat. Maka, air es yang tidak cepat diserap tubuh justru akan membuat Anda merasa semakin haus, dan lebih mudah terserang dehidrasi dan rasa kembung.

Buang Air Kecil
Minum air es bisa membuat Anda lebih sering buang air kecil. Ini karena kandung kemih terletak persis di depan usus halus. Semakin dingin suhu usus halus Anda, urin pun akan menjadi semakin dingin dan sulit ditahan oleh kandung kemih.

Jika Anda terlalu sering buang air kecil, tubuh bisa kekurangan potasium dan sodium. Untuk menyiasati hal ini, Anda bisa menambahkan sedikit garam pada air minum untuk menyeimbangkan berbagai elektrolit yang hilang selama berolahraga.

Hyponatermia
Minum air es lebih sulit menghilangkan dahaga karena air es sulit diserap tubuh. Maka, beberapa orang akhirnya memilih untuk minum berbotol-botol air es sekaligus.

Ternyata, hal ini bisa membahayakan nyawa karena minum air terlalu banyak tanpa jeda berisiko menyebabkan hyponatermia. Hyponatermia terjadi karena sodium pada darah menurun drastis secara tiba-tiba.

Sodium merupakan elektrolit yang bertugas untuk mengatur kadar air dalam tubuh. Ketika Anda kekurangan elektrolit ini, sel-sel dalam tubuh bisa mengalami pembengkakan. Inilah yang pada beberapa kasus berisiko menyebabkan kematian.

Berapa suhu air yang baik untuk diminum setelah berolahraga?.

Hindari air yang terlalu dingin atau terlalu hangat untuk diminum setelah berolahraga. Suhu yang direkomendasikan berkisar pada 4 hingga 15 derajat Celsius.

Air dingin bukan air es terbukti lebih baik bagi tubuh setelah berolahraga karena lebih cepat diserap oleh tubuh dan bisa mencegah suhu tubuh meningkat secara drastis. Jika tidak ada air dingin, air dengan suhu kamar bisa menjadi pilihan setelah berolahraga. Semoga bermanfaat. (kompas.com/Putri)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.