Setelah Dewasa, Benarkah Anak Korban Perceraian Takut Menikah?

Anak korban perceraian
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Anak korban perceraian orang tuanya sering kali mengalami trauma bahkan bisa terbawa sampai pernikahannya kelak. Karena mereka berangapan bahwa setiap rumah tangga akan berakhir dengan perceraian, padahal tidak semua demikian. Mengalami trauma akan pernikahan karena melihat orang tuanya mungkin demikian.

Oleh karena itu, anak korban perceraian orang tua sebaiknya jangan diasingkan malah dirangkul agar tidak sampai trauma berkepanangan. Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan anak korban perceraian agar tidak takut menikah. Penasaran?.

Berikut caranya:

Ikut Kelas Konseling Premarital
Konseling pranikah sangat penting. Terutama bagi orang-orang yang mencemasi pernikahan. Dalam konseling pranikah, peserta akan diberi nasihat menghadapi masalah suami-istri dan cara mengahadapi pasangan. Mengikuti konseling pernikahan tidak selalu harus pada saat jelang perenikahan. Sebelum tunangan dibolehkan ikut konseling. Di sana Anda bisa konseling tentang masalah apa saja yang sering dihadapi suami-istri. Dapatkan pengalaman dari masalah orang lain untuk menyiapkan diri.

Minta Saran Pasangan Lain
Memiliki teman atau kenalan yang sudah menikah 40-50 tahun dapat mengurangi rasa takut. Minta nasihat mereka tentang bagaimana cara merawat pernikahan. Beberapa saran mereka mungkin sangat klise atau terlalu umum, tetapi cukup bermanfaat.

Bicara Dengan Calon Pasangan
Jangan takut membicarakan ini dengan pasangan. Cara ini dapat membantu menenangkan pikiran dan membuat hubungan lebih dekat. Jika Anda merasa lebih baik, berarti Anda sudah merasa lebih nyaman dengan calon pasangan. Dia mungkin akan menghilangkan kecemasan itu.

Traveling
Ada banyak tempat yang bisa dijelajahi di dunia ini. Para ahli mengatakan bahwa traveling adalah tes hubungan tahap akhir. Traveling bersama pacar memungkinkan Anda bersama-sama dalam 24 jam. Ini sangat memungkinkan untuk menguji batas dan ruang, sehingga Anda dan dia bisa sering berkompromi dan beraktivitas bersama. Traveling bersama juga akan menunjukkan segala hal yang selama ini tersembunyi. (okezone.com/Desy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.