oleh

Setelah Mundur, Pemkab Pamekasan Berharap Madura United Tetap Kelola Stadion

PortalMadura.Com, Pamekasan – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akan mengkaji ulang terkait keputusan Madura United yang memundurkan diri sebagai pengelola Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGRP).

Madura United memutuskan diri mundur sebagai pengelola stadion setelah adanya penolakan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gapura dengan berbagai alasan. Bahkan, LSM Gapura mengaku siap mengelola stadion tersebut saat melakukan audiensi dengan DPRD Pamekasan beberapa waktu lalu meskipun tanpa digaji.

“Kita kembalikan ke tim (setelah dikembalikan Madura United, red), dispora itu bagian dari tim, kita kembalikan ke tim. Karena yang bahasa itu tim, dispora hanya mandat bahwa yang menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) itu dispora,” kata Kepala Dispora Pamekasan, Mohammad, Senin (3/2/2020).

Baca Juga: Azasi Hasan Klaim Punya Modal Massa Riil Hadapi Pilbup Sumenep 2020

Dia menambahkan, pengembalikan kerja sama itu tidak bisa dilakukan secara sepihak lantaran ada beberapa poin kerja sama yang sudah ditandatangani oleh Madura United dan Dispora sendiri. Hanya ada beberapa poin yang belum menemukan kesepakatan dalam pengelolaan stadion yang berlokasi di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, tersebut.

“Nanti kita kembalikan ke tim, pemkab kan ada tim hukumnya juga. Harapan saya mewakili dispora, ya tetap lah PKS ini tetap berjalan, tidak ada pembatalan,” tandasnya.

Mohammad mengklaim, statemen Gapura sebenarnya bukan masalah pengelolaan stadion, melainkan sebatas kekhawatiran atas hak masyarakat Pamekasan akan terbatasi apabila dikelola pihak ketiga. Padahal dalam poin kerja samanya tidak demikian.

Ketika ditanya terkait audiensi Gapura pertama yang mengaku siap mengelola stadion meskipun tidak digaji, Mohammad mengaku tidak tahu.

“Tidak tahu lah,” tutup dia.

Penulis: Marzukiy
Editor: Nurul Hijriyah

Komentar