oleh

Siswi SMP Kelas 3 Dihamili Anak Pesantren di Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Keperawanan HL (16), warga Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura, Jawa Timur diembat pacarnya sendiri hingga hamil 8,5 bulan. HL yang masih duduk dibangku sekolah SMP kelas 3 itu dipaksa melayani keperkasaan SR (18), warga desa tetangga. SR, merupakan salah satu siswa sebuah pondok pesantren di Sumenep yang masih duduk di bangku sekolah setingkat SMA.

“Adik saya sempat dipaksa berhubungan suami istri oleh pelaku usai ikut pengajian disalah satu tempat. Waktu itu, saat liburan sekolah,” kata Misnayu (32) kakak kandung korban, Kamis (3/4/2014).

Terungkapnya kehamilan HL tersebut baru diketahui oleh ibu kandungnya sendiri setelah ada perubahan pada perutnya. Awalnya, tidak yakin jika ada janin, karena setiap harinya terlihat tenang dan tidak pernah membawa pacar maupun teman laki-laki. “Karena curiga dengan kondisi perutnya, maka dilakukan tes kehamilan, ternyata positif hamil 8,5 bulan,” terangnya.

Usut punya usut, akhirnya HL mengaku jika telah melakukan hubungan intim karena dipaksa pacarnya. Pihak keluarganya, sudah berusaha melakukan komunikasi melalui kepala desa setempat dengan keluarga pacarnya agar bertanggungjawab. Namun, tidak ada respon baik, sehingga kasus tersebut dilaporkan ke pusat perlindungan anak dan perempuan (PPA) Polres Sumenep.

Sementara, Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, melalui Kabag Humas Polres, AKP Bagyo, mengaku sudah menerima laporan perkosaan tersebut. Dan saat ini pihak polres akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Kami sudah menerima laporan perkosaan tersebut, dan saat ini kami sudah memanggil saksi-saksi, termasuk ibu kandung korban yang saat ini sedang dalam perjalanan ke sini (polres, red),” tandasnya.(udien/htn)

-
-

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.