oleh

SK Peralihan Status Tak Kunjung Terbit, STAIN Pamekasan Tuding Politis

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pembantu Ketua II Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Pamekasan, Achmad Muhlis menegarai adanya permainan politik menyusul tidak kunjung turunnya surat keputusan (SK) perubahan status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura.

Menurutnya, STAIN Pamekasan telah memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi sebelum berubah status menjadi IAIN. Baik, sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM) dan syarat lainnya.

“Dari segi peta, STAIN Pamekasan sangat layak jika dibandingkan dengan tempat lain. Apalagi hiruk pikuknya mau jadi provinsi, kita sebetulnya sudah tidak punya kendala apa-apa. Hanya politis saja STAIN ini tidak transformasi ke IAIN,” tudingnya, Minggu (20/12/2015).

Dari jumlah mahasiswa, IAIN harus mempunyai 3.400 mahasiswa, sementara STAIN Pamekasan sudah mempunyai 5.400 lebih mahasiswa aktif. Persyaratan lainnya adalah memiliki 6 doktor, padahal pihaknya saat ini sudah memiliki 33 doktor.

“Dari sarana dan prasarana insyaallah sudah cukup, sekarang saja kita sudah bangun 22 ruang. Untuk kekurangan lahan, menurut saya hanya alasan yang tidak signifikan. Karena kalau kita lihat di tempat lain, misalnya Jember jadi IAIN sebelum punya lahan. Kemudian di Tulungagung dan lain-lain,” beber dia.

Dia melanjutkan, STAIN Pamekasan saat ini sudah memiliki luas lahan 7 hektar, sementara dalam persyaratan tersebut luas lahan minimal 10 hektar. Tapi, hal itu bukan alasan mendasar tidak bisa transformasi ke IAIN, mengingat di beberapa daerah lainnya tidak dipersoalkan.

“Kalau di daerah lain, ketika SK transformasi ke IAIN turun langsung dibelikan lahan oleh Kementerian Agama pusat,” pungkasnya. (Marzukiy/har)


Komentar