oleh

Soal AC dan LCD, Mahasiswa STAIN Pamekasan Demo Rektorat

PortalMadura.com, Pamekasan – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Peduli Penindasan (KMPP) Kampus STAIN Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar aksi di kampusnya terkait dengan beberapa fasilitas kampus yang dinilai tidak diperhatikan, Rabu (21/5/2014).

Fasilitas yang dipersoalkan itu adalah AC yang tak berfungsi, LCD Projektor yang mati hingga anggaran rehabilitasi Auditorium yang dinilai tidak transparan.

Aktivis mahasiswa baru itu menggelar orasi di depan ruang rektorat dan membakar ban bekas, sehingga asap tebal hitam membumbung ke angkasa.

“Kampus STAIN yang merupakan satu-satunya kampus negeri di Pamekasan harusnya memberikan pelayanan baik bagi mahasiswanya, baik dari segi fasilitas maupun intelektualitas namun ternyata STAIN masih belum siap,” kata Musfiq Korlap Aksi dalam orasinya depan gedung rektorat.

Menurut Musfiq, pihak kampus seharusnya tegas mengambil kebijakan untuk menfasilitasi semua kemahasiswaan, dan bukan janji-janji palsu yang tanpa ada tindakan serius yang ditempuh.

“Fasilitas semua tidak berfungsi tapi anggaran perawatan ada, terus dikemanakan uang itu semua termasuk rehabilitas auditorium yang tidak transparan. Kami akan laporkan ini semua ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) biar di audit,” jelasnya.

Menanggapi hal itu Ahmad Muhlis PK II Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan keuangan juga mengatakan, pihaknya siap dilaporkan kemana pun, karena sejak awal sudah diperiksa oleh pihak inspektorat jendral terkiat dengan keuangan yang ada di STAIN ini.

“Soal keuangan sudah selesai diperiksa inspektorat jendral, dan dokumennya sudah ada semua tidak ada masalah. Hanya saja mereka tidak mengerti soal perencanaan keuangan,” katanya.

Kemudian terkait AC dan LCD Proyektor, Muhlis juga menjelaskan, AC yang mati sudah diperbaiki dan voltase listriknya juga sudah memadai. Kemudian LCD Proyektor sudah disediakan di masing-masing jurusan.

“Tinggal dosen kalau menggunakan LCD disilahkan karena memang LCD itu tidak ditempatkan didalam ruang kelas. Tapi nyatanya banyak dosen jarang menggunakan LCD itu,” tegasnya. (reiza/htn)


Komentar