oleh

Studi Lancet Menunjukkan Warga Prancis Ragu tentang Vaksin Covid-19

PortalMadura.Com – Satu dari tiga orang dewasa Prancis pada Juli menolak divaksin Covid-19, menurut penelitian baru yang diterbitkan Jumat di jurnal The Lancet Public Health.

Lebih dari dua pertiga akan mempertimbangkan efektivitas dan negara asal vaksin sebelum memutuskan ikut vaksinasi.

Studi tersebut dilakukan oleh Rumah Sakit Universitas Bordeaux, Pusat Nasional de la Recherche Scientifique (Universitas Aix-Marseille) dan Universitas Aberdeen, Inggris.

Sebanyak 1.942 orang dewasa berusia antara 18 dan 64 disurvei.

Peneliti menemukan hampir sepertiga (29 persen) menolak vaksin apapun.

Mayoritas responden, 71 persen, menyatakan keraguannya terutama karena efektivitas vaksin dan negara produsennya.

Keraguan terutama berasal dari pilihan negara yang disebutkan dalam survei, AS, UE dan China.

Ada persepsi bahwa vaksin yang diproduksi di luar Eropa tidak terjamin kualitas dan keselamatannya.

Tingkat penerimaan 61 persen jika vaksin bisa mencapai efektivitas 90 persen diproduksi di UE.

Angka tersebut turun menjadi 27 persen, jika vaksin itu dibuat di China, meski dengan efektivitas 50 persen atau bahkan 90 persen.

Para peneliti merekomendasikan bahwa vaksinasi massal akan berhasil jika vaksin yang diproduksi di AS atau Uni Eropa memiliki bukti yang kuat soal efektivitasnya.

Prancis memulai vaksinasi pada 27 Desember sejalan dengan beberapa negara Eropa.

Tapi program itu didulang untuk respons awal yang lamban, salah urus, kurangnya koordinasi dan pemborosan.

Hingga Jumat, sebanyak 1.687.026 orang telah disuntik dengan dosis pertama.

Setelah awal yang lambat, perdana menteri telah berjanji untuk menyuntik 1,7 juta orang bulan ini dan mengizinkan jaringan apotek yang luas untuk menyuntik orang.

Dr. Michaël Schwarzinger dari Rumah Sakit Universitas Bordeaux mengatakan “temuan menunjukkan bahwa keraguan vaksin, di samping faktor-faktor lain termasuk persediaan vaksin yang terbatas dan munculnya jenis COVID-19 baru, terus menjadi tantangan besar pengendalian pandemi.”

Dia menambahkan penelitian ini dapat digunakan untuk merancang strategi vaksinasi nasional yang mungkin didukung orang.

Peneliti Pierre Verger dari Observatoire Regional de la Sante Provence-Alpes-Cote d’Azur dan Patrick Peretti-Watel dari Universitas Aix-Marseille mengatakan penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang mungkin tidak sepenuhnya mendukung atau menentang vaksin dan keraguan mungkin berasal dari berbagai faktor.

“Otoritas kesehatan harus mengantisipasi perilaku ini, terutama karena karakteristik yang memengaruhi mereka dapat berubah seiring waktu,” kata mereka.

Salah satu penelitian lain berusaha untuk lebih memahami faktor umum yang terkait dengan kasus di rumah sakit dan kematian di seluruh negeri, sementara yang lain menyelidiki prevalensi virus di antara para tunawisma di Paris, menurut Lancet.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : AA

Komentar