Sumenep Anggarkan Rp1,7 Miliar Pembangunan TPST di Arjasa

Avatar of PortalMadura.com
Sumenep Anggarkan Rp1,7 Miliar Pembangunan TPST di Arjasa
Dedi Falahudin

PortalMadura.Com, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menganggarkan Rp1,7 miliar untuk pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Kecamatan Arjasa (kepulauan Kangean) tahun anggaran 2022.

Lokasinya, di Desa Kalingayar, Kecamatan Arjasa dengan luas lahan sekitar 3 sampai 4 hektare. Status lahannya milik Perhutani.

Kepala Bidang Air Minum dan PLP Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sumenep Dedi Falahudin, Rabu (6/4/2022) menjelaskan, anggaran tersebut untuk pembuatan pembuangan sampah terpadu, pengolahan sampah dan geomembran pada aplikasi water pond.

Selain itu, untuk reservoir, danau buatan, bak penampungan limbah cair dan padat, pelapis mud pit, pelapis lahan penampungan sampah (sanitary landfill) dan saluran air dan kanal.

“Jadi, tidak hanya untuk pembuatan dan pengolahan sampah. Tapi, juga ada geomembran yang nantinya terletak di belakang pembuangan sampah agar tidak mencemari lingkungan,” terangnya.

Manfaat lain dari pembangunan TPST itu, untuk bahan pembuatan paving, pupuk dan lainnya yang ditargetkan mampu meningkatkan perekonomian warga setempat.

Wilayah Arjasa, kata dia, salah satu daerah yang menjadi sasaran pembangunan. Daerah itu, sering dilanda banjir saat musim penghujan.

Ia menyampaikan, saat ini sudah dalam proses mengajukan permohonan izin kepada pemilik lahan. “Kami targetkan Juli 2022 semuanya sudah tergarap,” ujarnya.

Dengan adanya program tersebut, masyarakat Kecamatan Arjasa sangat antusias. “Alhamdulillah, mereka merasa terbantu. Semoga berjalan dengan baik sesuai dengan harapan bersama,” katanya.(*)

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon

Respon (1)

  1. Memang sampah sangat perlu diberikan tempat khusus, tapi kalau bicara masyalah banjir, karena masih minimnya irigasi seharusnya di utamakan dengan demikian membuat lingkungan bersi, indah dan asri tak cukup dengan salah satu solusi lagi pula di kepulauan sepertinya di anak tirikan di banding dengan daratan yang sering sekali adanya perubahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.