Sumenep Bobol di Tengah, Bupati Minta Ribuan Pekerja PT. Tanjung Odi di Rapid Test Covid-19

Avatar of PortalMadura.com

PortalMadura.Com, Sumenep – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menjadi zona merah Covid-19 setelah lima warganya terkonfirmasi positif terpapar virus corona.

Bupati Sumenep, A Busyro Karim tidak ingin ada kasus ke enam atau pasien ke 6. Maka, Senin (4/5/2020) siang melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama pimpinan OPD terkait.

Salah satu sasarannya adalah perusahaan rokok PT. Tanjung Odi, di Jl. Raya Pamekasan – Sumenep Km 05 Gedungan, Batuan, Sumenep yang tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19 dengan melibatkan ribuan karyawan.

“Ada kepentingan spesial. Harus dilakukan tes cepat, rapid test Covid-19 bagi semua karyawan (PT. Tanjung Odi, red),” tegas Busyro sapaan A Busyro Karim.

Baca Juga:  Lucu, Unik dan Seru, Filosofi Lomba Estafet Sarung Ibu-Ibu PKK Sumenep

Selama ini, Tim Satgas Covid-19 bersama relawan sudah bekerja maksimal di pintu masuk atau perbatasan dengan melakukan pengecekan kesehatan terhadap semua warga Sumenep yang pulang atau bagi pendatang. Hasilnya sangat baik.

“Buktinya, sampai saat ini ribuan warga atau pendatang itu baik-baik saja,” katanya.

Yang mengundang keprihatikan orang nomor satu di Sumenep ini justru bobol di tengah. Lima warga yang positif Covid-19 setelah mengikuti pelatihan di dua lembaga resmi.

“Ada pelatihan di Kemenag (empat positif Covid-19, red), ada pelatihan di Bank Jatim (satu positif Covid-19, red), ternyata di dalam yang jebol,” tandasnya.

Desakan untuk dilakukan tes cepat atau rapid test Covid-19 tidak hanya untuk karyawan PT. Tanjung Odi, pihaknya per hari ini sudah mengirimkan surat bagi semua perusahaan, termasuk perbankkan.

Baca Juga:  Bulan Muharam, Prasasti Berisi Wasiat Panembahan Sumolo Dikembalikan ke Tempat Semula

“Semua harus dilakukan tes cepat (rapid test),” ungkapnya.

Laporan yang diterima pihaknya, semua lembaga swasta maupun pemerintah sudah melakukan protokol Covid-19. Namun, untuk memastikan kondisi dan kebenaran di lapangan perlu dipantau langsung.

“Misalnya, ada jarak, kita lihat di lapangan sudah ada (PT. Tanjung Odi, red), sudah ada penyemprotan, tapi selebihnya saya hadir disini, agar dilakukan tes cepat,” kembali menegaskan.

Pihaknya tidak memberi dealine waktu kapan harus dilakukan rapid test terhadap 1.936 karyawan PT. Tanjung Odi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.