oleh

Sumenep Kekurangan Tenaga Penyuluh Kehutanan & Perkebunan

PortalMadura.Com, Sumenep – Pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan tentang kehutanan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur bakal tidak maksimal. Sebab, hingga saat ini Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) setempat, kekurangan tenaga penyuluh lapangan.

Tenaga penyuluh yang ada, harus bertugas didua kecamatan, hingga empat kecamatan. Semisal, yang di alami Kepala UPT Kehutanan dan Perkebunan Kecamatan Ambunten. Selain bertugas di kecamatan, ia diberi tugas tambahan sebagai pelaksana tugas (PLT) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kepala UPT Kehutanan dan Perkebunan Dasuk.

“Berdasarkan SK dari Pak Bupati 21 Juli, Kami menerima tugas tambahan, selain sebagai PLT UPT kehutanan dan perkebunan Kecamatan Dasuk, juga bertugas di UPT Ambunten,” terang Budi Djoko Triyono, Minggu (10/8/2014).

Rangkap jabatan yang diberikan kepadanya, karena pejabat yang menduduki Kepala UPT Kehutanan dan Perkebunan Kecamatan Dasuk sebelumnya, sudah purna tugas. “Karena amanah itu didua kecamatan sekaligus, otomatis pelayanan kami pada masyarakat berkurang, karena dari segi waktu dan jarak jangkau penyuluh memang tidak seperti dulu yang hanya menangani satu kecamatan,” imbuhnya.

iklan hari santri

Sementara, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sumenep Edy Sutrisno, tidak menampik kurangnya tenaga penyuluh. “Bukan hanya pak Djoko yang tugasnya rangkap, karena dari 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep, kami baru punya 19 tenaga penyuluh. Jadi, masih kurang delapan penyuluh,” katanya.

Sembilan belas tenaga penyuluh itu terdiri dari sembilan tenaga penyuluh murni dan sepuluh Kepala UPT yang memiliki tugas tambahan sebagai tenaga penyuluh. Dan penyuluh yang merangkap dua kecamatan juga terjadi di beberapa kecamatan lain. Seperti, Kecamatan Batuputih dengan Batang-Batang, Dungkek dengan Gapura, Gayam dengan Nonggunong dan beberapa kecamatan lain.

Dan Kecamatan Masalembu hingga saat ini belum memiliki tenaga penyuluh. Bahkan, ada seorang penyuluh yang menangani empat kecamatan sekaligus, dan Itu dialami penyuluh kehutanan di Kecamatan Sapeken, Kangayan, Arjasa dan Raas.

“Nah!. Untuk tenaga penyuluh di Masalembu diatangani langsung Dishutbun, sebab, untuk menambah tenaga menjadi kebijakan pemerintah pusat,” tandasnya.(dien/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.