oleh

Sumenep Masih Distribusikan Raskin Tak Layak Konsumsi

PortalMadura.Com, Sumenep – Penerima bantuan beras untuk orang miskin (Raskin) di Desa Talang, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikejutkan dengan pengiriman beras tidak layak konsumsi dari gudang bulog Sumenep.

Raskin yang diterima penerima manfaat, warnanya menguning, berdebu, serta berkutu. Bahkan, sebagian sudah hampir jadi tepung.

Selain itu, beratnya sudah tidak sesuai takaran, raskin  yang semestinya sebanyak 15 Kg, saat ini menjadi  13,5 Kg persaknya.

“Awalnya saya senang, karena sudah lama menunggu pencairan raskin. Tapi setelah kami terima, malah kualitasnya sangat jelek, tidak ubahnya seperti pakan ternak,” kata Bambang Supratman, penerima raskin asal Desa Talang, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Jumat (26/6/2015).

Pihaknya sempat akan mengembalikan beras tersebut kepada Kepala desa, namun warga merasa tidak enak karena takut dikira sudah tidak butuh bantuan raskin. Sehingga penerima raskin memilih diam, dan menyimpan beras tersebut untuk dimasak.

Namun begitu, pihaknya berharap pendistribusian raskin selanjutnya tidak sama seperti yang diterima warga saat ini. Pada pendistribusian raskin berikutnya, pemerintah desa harus lebih selektif dalam menerima kiriman raskin dari bulog, sebelum dicairkan pada masyarakat.

“Jika kualitasnya memang jelek dan tidak layak konsumsi, maka sebaiknya ditolak,kami siap kok membantu desa untuk menolak raskin tidak layak konsumsi,” tandasnya.

Sementara, Ainul Fatah, Kepala Gudang Bulog Sumenep membantah jika kualitas raskin yang telah didistribuikan kepada penerima kualitasnya jelek. Sebab, sebelum dikirim kepada penerima manfaat, beras tersebut sudah dilakukan pemeriksaan oleh petugas di gudang bulog.

“Soal kualitas, tim raskin kabupaten sudah ratusan kali melakukan pengecekan, jika memang ditemukan ada yang jelek sudah kami kembalikan, jadi tidak benar jika pendistribusian raskin kali ini masih ditemukan ada yang jelek,” dalihnya.

Menurutnya, jika memang ditemukan adanya kualitas raskin jelek dan takarannya menyusut, maka pihak desa atau tim raskin kecamatan, harus mengembalikan ke gudang bulog.

“Harganyapun berbeda jauh dengan beras dipasaran, jika beras premium harganya sampai belasan ribu perkilonya, tapi untuk beras bulog hanya Rp7.300 perkilonya. Jadi, kalau ada takaran dan kualitas yang tidak sesuai, silahkan saja dikembalikan,” pungkasnya.(Udin/har)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.