Sumenep Masuk 12 Nominator IGA Kemendagri 2020

Avatar of PortalMadura.com
Sumenep Masuk 12 Nominator IGA Kemendagri 2020
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi didampingi Kepala Bapedda Yayak Nurwahyudi serta sejumlah pimpinan OPD di Kantor Bupati mengikuti laksanakan pembukaan presentasi kepala daerah dalam penilaian dan pemberian penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2020 secara virtual oleh Kemendagri, Rabu (4/11/2020).(Ist)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur masuk 12 nominator Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2020.

Kegiatan tahunan yang digelar Kemendagri melalui Badan Litbang, tahun ini terhimpun 14.897 inovasi yang disampaikan 485 pemerintah daerah se-Indonesia, baik tingkat provinsi, maupun kota/kabupaten.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Yayak Nurwahyudi menjelaskan, Sumenep sendiri mengajukan sebanyak 146 inovasi yang dilaksanakan oleh organisasi perangkat daerah (OPD).

Dari jumlah inovasi yang diajukan ke Kemendagri tersebut, ditetapkan sebanyak 96 inovasi yang layak, sehingga Sumenep sebagai salah satu nominator dari 12 kabupaten se-Indonesia untuk penilaian dan penghargaan Innovative Government Award 2020.

Baca Juga:  Porprov Jatim 2022, Sementara Sumenep Raih 16 Medali

“Kemendagri menilai, 96 inovasi OPD memiliki bobot dan berkesinambungan untuk program pembangunan daerah,” katanya, Rabu (4/11/2020).

Sedangkan inovasi lainnya, kata dia, belum masuk karena nilainya masih kurang serta pelaksanaannya belum maksimal.

Dari hasil tersebut, Bupati Sumenep A Busyro Karim mempresentasikan tentang inovasi tersebut secara virtual kepada Tim Panelis Kemendagri.

“Semuanya sudah siap. Seperti inovasi program Dinas Kesehatan di Puskesmas dan program Wirausahawan Muda di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro,” terangnya.

Pihaknya berharap, para pimpinan OPD Pemkab Sumenep hendaknya tegrus berinovasi dalam bentuk program untuk mendorong pembangunan daerah.

“Inovasi program berorientasi pada hasil dan manfaat yang terukur sesuai arah kebijakan pembangunan daerah,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.