oleh

Sumenep Persiapkan Masyarakat Hadapi Pasar Bebas ASEAN

PortalMadura.Com, Sumenep – Masyarakat ASEAN akan dihadapkan pada pasar bebas ditahun 2015. Potensi lokal masing-masing daerah di Indonesia yang mampu menjawab kebutuhan pasar tentu akan menjadi modal dasar agar produk lokal tidak terlindas dengan produk luar.

Dalam acara, kuliah umum “Menuju Pembentukan Masyarakat ASEAN 2015”, Bupati Sumenep A Busyro Karim mengungkapkan, ada empat hal mendasar yang akan dihadapi masyarakat, termasuk warga Sumenep dalam era pasar bebas ASEAN.

“Minimal, ada empat tantangan yang akan dihadapi pada era pasar bebas ASEAN,” tegas Busyro, dalam acara kuliah umum yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri RI yang bekerjsama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika, Pemerintah Kabupaten Sumenep, bertempat di SKB Batuan, Sumenep, Kamis (11/12/2014).

Ia menjelaskan, pasar bebas merupakan pasar bersama yang berbasis produksi. Yang perlu dipersiapkan adalah sumber daya masnusia (SDM). “Ini kunci utama agar mampu bersaing dengan warga lain.

Era pasar bebas, juga akan menjadikan kawasan ekonomi dengan kompetisi tinggi. Sedangkan masyarakat Madura masih kuat dengan “Paguyuban”. Kondisi ini juga menjadi tanggungjawab semua pihak agar masyarakat Madura mampu membangun kompetisi.

Tantangan lain yang akan dihadapi adalah, menjadikan kawasan ekonomi merata. Hal ini, menjadi peluang atau kesempatan besar bagi pelaku ekonomi lokal untuk meningkatkan kualitas produk yang ada. Karena, akan mendapatkan pasar yang baik, jika dikemas dengan baik pula. Bukan hanya sekedar ekonomi merata, tetapi ekonomi lokal yang akan berintegrasi dengan ekonomi global.

“Ini tantangan bagi pelaku ekonomi lokal yang harus dihadapi dengan kemampuan skill,” ujarnya.

Tak kalah pentingnya, yakni Regulasi. Kesiapan regulasi yang diatur oleh pemerintah menjadikan salah satu yang penting agar potensi lokasl tidak dihadapkan pada masalah lain.

“Contohnya, Sumenep sudah mempunyai produk keris yang diakui dunia, namun masalahnya, berbenturan dengan aturan ketika akan dikirim ke luar daerah,” terangnya.

Bahkan, pada saat masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang melihat langsung keberadaan salah satu poduk lokal Sumenep tersebut meminta pada lembaga Polri agar dicarikan solusi.

“Pak SBY saat itu, sempat minta agar keris bisa dengan aman di kirim ke luar daerah. Keris itu kan bukan untuk berperang tapi karya seni yang sudah membudaya dan banyak peminatnya,” tandas Busyro menirukan Susilo Bambang Yudhoyono.

Secara umum, kata dia, masyarakat Sumenep sudah siap untuk menghadapi pasar bebas ASEAN. Meski diakui, masih perlu pembenahan dari semua aspek. “Mau tidak mau, masyarakat Sumenep akan dihadapkan dengan pasar bebas ASEAN. Maka, sudah waktunya berbenah dan mempersiapkan diri dari sekarang untuk meningkatkan kualitas diri mapun produk yang akan disandingkan dengan produk luar,” tandasnya.(htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.