Sumenep Sukses Turunkan Penderita Stunting

A Busyro Karim
Bupati Sumenep, A Busyro Karim
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Selama empat tahun terakhir, pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berhasil menurunkan penderita stunting.

Bupati Sumenep, A Busyro Karim menyebutkan, berdasarkan data prevalensi stunting telah terjadi penurunan 18,2 persen. Itu dari tahun 2013 sebesar 52,5 persen dan pada tahun 2018 menjadi 34,3 persen.

Keberhasilan itu merupakan wujud respon cepat yang dilakukan pihaknya, semisal program pencegahan stunting dengan membuat regulasi.

Salah satunya, Peraturan Bupati Nomor 14 Tahun 2019 tentang Percepatan Penanggulangan Stunting, Surat Keputusan Bupati Nomor 188/89/KEP/435.012/2019 Tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting.

“Wujud gerakan berupa sosialisasi pemanfaatan pekarangan untuk tanaman yang bermanfaat bagi ibu hamil,” terangnya.

Selain itu, memberikan pendampingan kepada ibu hamil, menyelenggarakan kelas ibu hamil, serta membuat Satgas Penting (Satuan Tugas Peduli Stunting), membuat kelompok Geliz (Gerakan Peduli Gizi), launching kampanye cegah stunting di pulau oksigen tahun 2018.

Baca Juga:  Mobil Incar Tiba di Sumenep, Pelanggar Lalu Lintas Akan Terima 'Surat Cinta' dari Polisi

Menurutnya, keberhasilan dalam menurunkan angka penderita stunting tidak lepas dari kerja sama semua pihak, serta dukungan segenap lapisan masyarakat untuk menggalakkan kegiatan yang inovatif.

Ke depan, perlu terus ditingkatkan, baik dari anggaran melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun dukungan dari Dana Desa (DD).

Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menekan penderita stunting telah di sampaikan Bupati Sumenep, A Busyro Karim, saat menjadi nara sumber pada Rakor Teknis Program Percepatan Pencegahan Stunting di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (2/7/2019).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.