oleh

Sumpah Pemuda, Dirut PT Garam Ajak Pemuda Tidak Malu Jadi Petani Garam

PortalMadura.Com, Jakarta – Garam merupakan komoditas yang relatif mudah diproduksi karena tidak memerlukan kerumitan teknologi serta tidak tergolong industri padat modal.

Oleh karena itu, Direktur Utama PT Garam Persero, Budi Sasongko mengajak masyarakat, terutama pemuda untuk tidak malu menjadi petani garam. Pasalnya, menjadi petani garam merupakan cara berbeda dalam ikut serta pembangunan bangsa.

Demikian disampaikan Budi Sasongko di Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober.

“Paradigma berpikir pemuda sekarang lebih senang bekerja di kantor daripada menjadi petani, termasuk petani garam. Padahal menjadi petani garam itu mulia dan cara lain untuk mengabdi pada bangsa,” kata Budi di Jakarta, Sabtu, (28/10/2017).

Apalagi menurut Budi, saat ini PT Garam menargetkan untuk swasembada garam di tahun 2019. Sehingga untuk mewujudkan target itu, Budi meminta pemuda sudah seharusnya terlibat secara nyata dengan menjadi petani garam.

“PT Garam juga sudah merumuskan beberapa rencana yang tujuan besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani garam melalui pendekatan yang sistematis dan komprehensif. Maka prospek menjadi petani garam itu luar biasa. Pemuda harus menangkap peluang itu,” tegas Budi.

Budi juga menyebut, menjadi petani garam merupakan pekerjaan mulia. Setidaknya untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor garam. Sehingga pemuda yang memilih menjadi petani garam juga layak mendapatkan sebutan pahlawan pangan.

“PT Garam butuh campur tangan pemuda dalam mewujudkan target PT Garam untuk swasembada garam di tahun 2019, termasuk rencana jangka panjang PT Garam guna mewujudkan kedaulatan garam nasional dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Budi.

Budi juga mengingatkan generasi muda bahwa garam merupakan salah satu identitas bagi negara kelautan seperti Indonesia.

“Ingat, garam bukan sekadar komoditas. Lebih dari itu garam merupakan identitas Bangsa Indonesia yang dianugerahi garis pantai panjang sekaligus negara maritim. Marilah kita lestarikan identitas bangsa ini dengan menjadi petani garam, terutama bagi pemuda,” demikian tukas Budi.(*)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.