<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Ahmad Budi Cahyanto &#8211; PortalMadura.com</title>
	<atom:link href="https://portalmadura.com/tag/ahmad-budi-cahyanto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://portalmadura.com</link>
	<description>Situs Berita Madura Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Mar 2023 08:45:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2024/10/cropped-Logo-PortalMadura-1-32x32.webp</url>
	<title>Ahmad Budi Cahyanto &#8211; PortalMadura.com</title>
	<link>https://portalmadura.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dilakuan Maraton, Ini Agenda Sidang Guru Budi di Sampang</title>
		<link>https://portalmadura.com/dilakuan-maraton-ini-agenda-sidang-guru-budi-di-sampang-124478/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/dilakuan-maraton-ini-agenda-sidang-guru-budi-di-sampang-124478/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Feb 2018 13:08:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Budi Cahyanto]]></category>
		<category><![CDATA[PN Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Guru Budi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalmadura.com/?p=124478</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/dilakuan-maraton-ini-agenda-sidang-guru-budi-di-sampang-124478/">Dilakuan Maraton, Ini Agenda Sidang Guru Budi di Sampang</a></p>
<p>PortalMadura.com, sampang &#8211; Pengadilan Negeri (PN) Sampang, madura, Jawa Timur, Kamis (22/2/2018) kembali akan menggelar...</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/dilakuan-maraton-ini-agenda-sidang-guru-budi-di-sampang-124478/">Dilakuan Maraton, Ini Agenda Sidang Guru Budi di Sampang</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a>, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sampang/">sampang</a></strong> &#8211; Pengadilan Negeri (PN) Sampang, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/">madura</a>, Jawa Timur, Kamis (22/2/2018) kembali akan menggelar sidang dengan terdakwa Moh. Halili, salah seorang siswa SMAN 1 Torjun Sampang atas kasus penganiayaan hingga meninggal dunia pada gurunya sendiri, Ahmad Budi Cahyanto.</p>
<p>Humas PN Sampang, Igde Purwata, Rabu (21/2/2018) menjelaskan, proses sidang dipercepat sesuai dengan deadline masa penahanan anak bawah umur yang dibatasi hanya 15 hari.</p>
<p>&#8220;Kita bergerak cepat karena masa penahanan terdakwa yang singkat,&#8221; terangnya.</p>
<p>Menurutnya, sesuai dengan jadwal persidangan, Kamis (22/2/2018) kembali akan memeriksa saksi-saksi dan tim ahli dari pihak kedokteran yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.</p>
<p>&#8220;Untuk tim ahli dari kedokteran RSUD Sampang dan RS dr Soetomo Surabaya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dikatakan, dari keterangan saksi yang sudah masuk persidangan yang merujuk pada BAP masih dalam proses didalami.</p>
<p>Sidang kasus dugaan penganiayaan hingga hilangnya nyawa seseorang sudah masuk dalam tahap pemanggilan saksi-saksi, baik dari pihak guru, siswa, maupun pihak keluarga.<strong>(Isrok/Nanik)</strong></p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/dilakuan-maraton-ini-agenda-sidang-guru-budi-di-sampang-124478/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sempat Alot, Penyidik Terapkan Pasal 338 KUHP Dugaan Pembunuhan Guru Budi</title>
		<link>https://portalmadura.com/sempat-alot-penyidik-terapkan-pasal-338-kuhp-dugaan-pembunuhan-guru-budi-122664/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/sempat-alot-penyidik-terapkan-pasal-338-kuhp-dugaan-pembunuhan-guru-budi-122664/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2018 11:39:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Budi Cahyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Sampang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalmadura.com/?p=122664</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/sempat-alot-penyidik-terapkan-pasal-338-kuhp-dugaan-pembunuhan-guru-budi-122664/">Sempat Alot, Penyidik Terapkan Pasal 338 KUHP Dugaan Pembunuhan Guru Budi</a></p>
<p>PortalMadura.com, sampang &#8211; Polres Sampang, madura, Jawa Timur, menyepakati permintaan pendemo bersama tim advokat gerakan...</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/sempat-alot-penyidik-terapkan-pasal-338-kuhp-dugaan-pembunuhan-guru-budi-122664/">Sempat Alot, Penyidik Terapkan Pasal 338 KUHP Dugaan Pembunuhan Guru Budi</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a>, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sampang/">sampang</a></strong> &#8211; Polres Sampang, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/">madura</a>, Jawa Timur, menyepakati permintaan pendemo bersama tim advokat gerakan solidaritas guru Budi untuk menerapkan pasal 338 KUHP yang sebelumnya menjerat pelaku hanya dengan pasal 352 ayat 3 dengan ancaman 7 tahun penajara.</p>
<p>&#8220;Kami menawarkan pasal 338 dengan ancaman yang cukup maksimal. Hasilnya, pasal yang kami tawarkan itu menjadi pasal primer. Alhamdulillah, pasal 351 ayat 3 menjadi subsider,&#8221; jelas salah seorang tim advokat, Sulaisi, mewakili gerakan aksi solidaritas duka guru hononorer di Sampang, Kamis (8/2/2018).</p>
<p>Budi adalah sapaan akrab Ahmad Budi Cahyanto yang meninggal dunia, Kamis (1/2/2018), akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh siswanya sendiri, bernisial MH (17), SMAN I Trojun, Sampang.</p>
<p>Dikatakan, Polres Sampang sangat mendukung dan beritikat baik terhadap kasus dugaan penganiayaan hingga hilangnya nyawa seseorang. Bahkan, penyidik juga meminta untuk terus mengawal proses hukum hingga kejaksaan dan pengadilan.</p>
<p>&#8220;Polres berkomitmen, bahwa kasus ini harus kita kawal mulai Kejaksaan sampai Pengadilan,&#8221; katanya.</p>
<p>Kapolres Sampang, AKBP Budhi Wardiman, mengaku telah melakukan perubahan pasal untuk menjerat tersangka.</p>
<p>&#8220;Kami telah melakukan perubahan dan penetapan tambahan pasal alternatif,&#8221; terangnya.</p>
<p>Hal itu, berdasarkan pertimbangan terhadap unsur yang berkaitan dengan pasal 338. Selain itu, ada berbagai masukan dari pihak kejaksaan.</p>
<p>&#8220;Dalam pasal 338 sendiri, pelaku terancam dengan hukuman 15 tahun penjara,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Diakui, jika berkas hasil pemeriksaan sudah dilimpahkan pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang. Namun, belum P21 (belum dinyatakan lengkap). &#8220;Yang jelas, kami menunggu P21 dulu. Baru pada proses berikutnya,&#8221; tutupnya.<strong>(Rafi/Nanik)</strong></p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/sempat-alot-penyidik-terapkan-pasal-338-kuhp-dugaan-pembunuhan-guru-budi-122664/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tenaga Honorer Sumenep Akan Serahkan Rp 44 Juta ke Keluarga Guru Budi</title>
		<link>https://portalmadura.com/tenaga-honorer-sumenep-akan-serahkan-rp-44-juta-ke-keluarga-guru-budi-122471/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/tenaga-honorer-sumenep-akan-serahkan-rp-44-juta-ke-keluarga-guru-budi-122471/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2018 08:39:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Budi Cahyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Honorer]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Guru Budi]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 1 Torjun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalmadura.com/?p=122471</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/tenaga-honorer-sumenep-akan-serahkan-rp-44-juta-ke-keluarga-guru-budi-122471/">Tenaga Honorer Sumenep Akan Serahkan Rp 44 Juta ke Keluarga Guru Budi</a></p>
<p>PortalMadura.com, Sumenep &#8211; Forum Honorer Kategori Dua (FHK-2) Sumenep, madura, Jawa Timur, dan Persatuan Guru...</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/tenaga-honorer-sumenep-akan-serahkan-rp-44-juta-ke-keluarga-guru-budi-122471/">Tenaga Honorer Sumenep Akan Serahkan Rp 44 Juta ke Keluarga Guru Budi</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a>, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sumenep/">Sumenep</a></strong> &#8211; Forum Honorer Kategori Dua (FHK-2) Sumenep, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/">madura</a>, Jawa Timur, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumenep akan menyerahkan uang hasil penggalangan dana sebesar Rp 44 juta ke keluarga guru SMA Negeri 1 Torjun, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sampang/">sampang</a>, Ahmad Budi Cahyanto yang menjadi korban penganiayaan siswanya, MH hingga meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Hasil penggalangan dana yang dilakukan kami bersama PGRI dan simpatisan di STKIP Sumenep akan kami serahkan ke keluarga korban di Sampang,&#8221; kata Ketua Forum Honorer Kategori II Sumenep, Abd Rahman, Rabu (7/2/2018).</p>
<p>Menurutnya, perwakilan dari tiga elemen itu akan menyerahkan langsung ke keluarganya di Desa/Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Penggalangan dana itu dilakukan selama lima hari.</p>
<p>&#8220;Nanti kami bersama-sama ke rumah keluarga korban untuk menyampaikan uang hasil penggalangan yang dilakukan,&#8221; terangnya.</p>
<p><strong>Baca: </strong><em><a title="Aksi Solidaritas, Guru Honorer Sumenep Gelar Salat Gaib dan Galang Dana" href="https://portalmadura.com/aksi-solidaritas-guru-honorer-sumenep-gelar-salat-gaib-dan-galang-dana-121815" target="_parent" rel="noopener">Aksi Solidaritas, Guru Honorer Sumenep Gelar Salat Gaib dan Galang Dana</a></em></p>
<p>Sebelumnya, puluhan guru honorer di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi solidaritas terhadap meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto, guru honorer SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang akibat dianiaya siswanya. Aksi solidaritas itu dengan cara salat gaib di Masjid Jamik dan dilanjutkan pada penggalangan dana di perempatan kota setempat.<strong> (Arifin/Putri)</strong></p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/tenaga-honorer-sumenep-akan-serahkan-rp-44-juta-ke-keluarga-guru-budi-122471/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>D. Zawawi Imron : Lukisan almarhum Budi punya arti &#8220;Kita lari, kembali menuju Allah&#8221;</title>
		<link>https://portalmadura.com/d-zawawi-imron-lukisan-almarhum-budi-punya-arti-kita-lari-kembali-menuju-allah-122367/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/d-zawawi-imron-lukisan-almarhum-budi-punya-arti-kita-lari-kembali-menuju-allah-122367/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2018 09:40:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Budi Cahyanto]]></category>
		<category><![CDATA[d. zawawi Imron]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Tewas di Tangan Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Lukisan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN I Torjun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalmadura.com/?p=122367</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/d-zawawi-imron-lukisan-almarhum-budi-punya-arti-kita-lari-kembali-menuju-allah-122367/">D. Zawawi Imron : Lukisan almarhum Budi punya arti &#8220;Kita lari, kembali menuju Allah&#8221;</a></p>
<p>PortalMadura.com, sampang &#8211; Budayawan kondang, D Zawawi Imron kelahiran Sumenep, Jawa Timur menilai, lukisan almarhum...</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/d-zawawi-imron-lukisan-almarhum-budi-punya-arti-kita-lari-kembali-menuju-allah-122367/">D. Zawawi Imron : Lukisan almarhum Budi punya arti &#8220;Kita lari, kembali menuju Allah&#8221;</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a>, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sampang/">sampang</a></strong> &#8211; Budayawan kondang, D Zawawi Imron kelahiran <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sumenep/">Sumenep</a>, Jawa Timur menilai, lukisan almarhum Ahmad Budi Cahyanto, merupakan karya seni yang mempunyai makna dan filosofi sangat tinggi tentang kehidupan.</p>
<p>Lukisan terakhir Ahmad Budi Cahyanto (akrap disapa Budi) yang meninggal dunia setelah dianiaya siswanya sendiri itu, menciptakan karya lukisan &#8220;<em>Operasional moral</em>&#8221; yang ditunjukkan dengan menyandingkan beberapa tangan.</p>
<p>&#8220;Itu berarti akan melakukan perubahan masa depan lebih baik daripada kemarin,&#8221; kata Zawawi saat bertakziyah ke rumah duka, di Pliyang, Kabupaten Sampang, Selasa (6/2/1018).</p>
<figure id="attachment_122369" aria-describedby="caption-attachment-122369" style="width: 240px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2018/02/Lukisan-terakhir-Budi.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-122369" src="https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2018/02/Lukisan-terakhir-Budi-240x300.jpg" alt="D. Zawawi Imron : Lukisan almarhum Budi punya arti &quot;Kita lari, kembali menuju Allah&quot;" width="240" height="300" title="D. Zawawi Imron : Lukisan almarhum Budi punya arti &quot;Kita lari, kembali menuju Allah&quot; - PortalMadura.com" srcset="https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2018/02/Lukisan-terakhir-Budi-240x300.jpg 240w, https://portalmadura.com/wp-content/uploads/2018/02/Lukisan-terakhir-Budi.jpg 336w" sizes="(max-width: 240px) 100vw, 240px" /></a><figcaption id="caption-attachment-122369" class="wp-caption-text"><em>Lukisan terakhir Budi (Foto. Istimewa)</em></figcaption></figure>
<p>Selain itu, beberapa tangan yang saling berpegangan di lukisan itu, di tengahnya terdapat kaligrafi bertuliskan Arab &#8220;<em>Fafirru Ilallah</em>&#8220;.</p>
<p>&#8220;Yang berarti &#8216;<em>kita lari, kembali menuju Allah</em>&#8216;. Itulah yang dimaksud Budi,&#8221; ungkap Zawawi sambil menunjukkan lukisan karya terakhir almarhum Budi.</p>
<p>Menurutnya, perginya Ahmad Budi Cahyanto menjadi renungan khususnya bagi para seniman. Bahwa jiwa seni almarhun telah meninggalkan nama harum Indonesia.</p>
<p>&#8220;Jiwa kesenimanan dan kesantunannya sebagai seorang pendidik telah membawa nama harum Indonesia. Telah banyak orang yang datang dari mana-mana ke rumah Budi tanpa dipanggil,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Itu semua bukan hanya simpati, lebih dari itu bukti sebagai bentuk penghormatan yang tinggi terhadap Budi,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Zawawi Imron mengaku telah lama kenal dengan almarhum. Bahkan, menganggap Budi sebagai anak sendiri di dunia seni budaya.</p>
<p>Budi sudah pergi, tapi hasil karyanya akan menjadi perhatian publik hingga mancanegara. &#8220;Kepergiannya, bukan pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan dan jejak. Karya itu, mengandung makna yang cukup tinggi dan mudah dipahami oleh masyarakat umum,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dibenak Zawawi, guru seni rupa di SMAN I Torjun, Sampang itu, adalah bibit seniman unggul di Indonesia.</p>
<p>Ahmad Budi Cahyanto (27), adalah salah seorang guru honorer SMAN I Torjun, Kabupaten Sampang, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/">madura</a>, yang diduga dianiaya siswanya sendiri bernisial MH, kelas XI hingga berujung maut.</p>
<p>Almarhum menghembuskan nyawa terakhirnya, Kamis malam (1/2/2018) di RS dr. Soetomo Surabaya. Pelaku, sudah dalam penanganan Polres Sampang.<strong> (Rafi/Nanik)</strong></p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/d-zawawi-imron-lukisan-almarhum-budi-punya-arti-kita-lari-kembali-menuju-allah-122367/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Guru Tewas di Tangan Siswa, Mahfud MD : Perlu Keseimbangan Imtaq dan Iptek</title>
		<link>https://portalmadura.com/guru-tewas-di-tangan-siswa-mahfud-md-perlu-keseimbangan-imtaq-dan-iptek-122033/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/guru-tewas-di-tangan-siswa-mahfud-md-perlu-keseimbangan-imtaq-dan-iptek-122033/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2018 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Budi Cahyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Tewas di Tangan Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN I Torjun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalmadura.com/?p=122033</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/guru-tewas-di-tangan-siswa-mahfud-md-perlu-keseimbangan-imtaq-dan-iptek-122033/">Guru Tewas di Tangan Siswa, Mahfud MD : Perlu Keseimbangan Imtaq dan Iptek</a></p>
<p>PortalMadura.com, sampang &#8211; Meninggalnya salah seorang guru honorer SMAN I Torjun, Kabupaten Sampang, madura, Jawa...</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/guru-tewas-di-tangan-siswa-mahfud-md-perlu-keseimbangan-imtaq-dan-iptek-122033/">Guru Tewas di Tangan Siswa, Mahfud MD : Perlu Keseimbangan Imtaq dan Iptek</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a>, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sampang/">sampang</a></strong> &#8211; Meninggalnya salah seorang guru honorer SMAN I Torjun, Kabupaten Sampang, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/">madura</a>, Jawa Timur, Ahmad Budi Cahyanto, yang diduga dianiaya siswanya sendiri bernisial MH, kelas XI juga mendapat perhatian serius dari Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.</p>
<p>Minggu (4/2/2018), pria kelahiran Sampang itu, berkunjung ke rumah duka almarhum Ahmad Budi Cahyanto, Desa/Kecamatan Jrengik, Sampang. Kunjungan Mahfud MD ini bermaksud untuk bertakziah dan bertemu dengan keluarga besar korban serta memanjatkan doa buat almarhum.</p>
<p>Selama berkunjung, ia disambut haru oleh keluarga duka khususnya istri korban, Sianit Shinta (25), dengan didampingi orang tua korban, M. Satuman Ashari (50).</p>
<p>Mahfud MD menyampaikan, bahwa berdasarkan Undang-undang Dasar 1945, pasal 31, hakikat dari pendidikan itu, untuk membangun dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), serta Iman dan Taqwa (IMTAQ). Hal ini, perlu ada keseimbangan antara Imtaq dan Iptek.</p>
<p>Terjadinya kasus penganiayaan yang menimpa seorang guru hingga berujung maut adalah peristiwa memilukan pendidikan Indonesia. &#8220;Bagi saya, kasus penganiayaan begitu mengagetkan dan memilukan. Akibat ulah seorang siswa memukul gurunya sampai meninggal dunia,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, tidak pernah terbayangkan akan ada seorang siswa berani memukul guru sebagaimana dilakukan berinisial MH (17) siswa SMAN 1 Torjun, Sampang.</p>
<p>&#8220;Jika bercermin pada masa lalu, tidak pernah terbayangkan ada seorang siswa berani memukul gurunya apalagi sampai meninggal dunia. Bahkan bila guru marah kepada saya, orang tua merasa senang. Begitu diantar pulang oleh guru, saya dimarahi lagi oleh orang tua,&#8221; terang Mahfud.</p>
<p>Akhlak (kesopanan) dan pendidikan karakter di Indonesia wajib diperkuat lagi. Sehingga masa depan siswa tidak tergelincir dari nilai-nilai akar budaya bangsanya.</p>
<p>Dulu, peran yang sesungghnya bagi bangsa kita adalah berperang melawan penjajahan Belanda.</p>
<p>Oleh karena itu, pihaknya mengajak para tokoh masyarakat, pesantren, dan orang tua agar membangun mentalitas anak dengan akhlak yang baik.</p>
<p>&#8220;Sementara, kejadian sekarang telah merusak mentalitas generasi bangsa. Hal ini, adalah contoh buruk dan terjadi di tempat yang sebenarnya baik (sekolah, red). Apalagi terjadi di Madura,&#8221; paparnya.</p>
<p>Ia berharap agar seluruh elemen masyarakat khususnya instansi dunia pendidikan untuk terus mengimbangi orientasi pendidikan dengan pengawalan ketat.</p>
<p>&#8220;Supaya tidak ada orientasi yang melenceng dari nilai-nilai akhlak dan budi pekerti kepada nilai-nilai teknis yang lebih operasional. Seperti pada logika dan kemampuan teknologi, saja,&#8221; tandasnya. <strong>(Rafi/Har)</strong></p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/guru-tewas-di-tangan-siswa-mahfud-md-perlu-keseimbangan-imtaq-dan-iptek-122033/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siswa Pukul Guru Hingga Tewas, Senator Sebut Sekolah Minus Pendidikan Kesantunan</title>
		<link>https://portalmadura.com/siswa-pukul-guru-hingga-tewas-senator-sebut-sekolah-minus-pendidikan-kesantunan-121966/</link>
					<comments>https://portalmadura.com/siswa-pukul-guru-hingga-tewas-senator-sebut-sekolah-minus-pendidikan-kesantunan-121966/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[PortalMadura.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2018 02:11:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Budi Cahyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Tewas di Tangan Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Senator Ahmad Nawardi]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN I Torjun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portalmadura.com/?p=121966</guid>

					<description><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/siswa-pukul-guru-hingga-tewas-senator-sebut-sekolah-minus-pendidikan-kesantunan-121966/">Siswa Pukul Guru Hingga Tewas, Senator Sebut Sekolah Minus Pendidikan Kesantunan</a></p>
<p>PortalMadura.com, sampang &#8211; Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jawa Timur, Ahmad Nawardi, mengaku terpukul...</p>
<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com/siswa-pukul-guru-hingga-tewas-senator-sebut-sekolah-minus-pendidikan-kesantunan-121966/">Siswa Pukul Guru Hingga Tewas, Senator Sebut Sekolah Minus Pendidikan Kesantunan</a></p>
<p><strong><a href="https://portalmadura.com/">PortalMadura.com</a>, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/sampang/">sampang</a></strong> &#8211; Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jawa Timur, Ahmad Nawardi, mengaku terpukul dan menyesalkan perbuatan tidak patut seorang siswa SMA 1 Torjun, Sampang, <a href="https://portalmadura.com/berita-madura/">madura</a>, yang memukul gurunya, Ahmad Budi Cahyanto, hingga meninggal dunia. Meski pelaku telah diproses secara hukum, namun peristiwa ini, menurut Nawardi, telah mencoreng institusi pendidikan di Indonesia.</p>
<p>Duka cita itu disampaikan Ahmad Nawardi saat menemui keluarga korban di rumahnya di Desa Torjun, Sampang, Jawa Timur, pada Sabtu (03/01/2017). Ia prihatin atas kejadian memilukan ini, apalagi diketahui, keluarga korban adalah pendidik tidak tetap yang ikhlas mengajar selama puluhan tahun.</p>
<p>&#8220;Keprihatinan saya tentu juga menjadi keprihatinan semua orang dan semua pihak di Indonesia. Korban ini pendidik tanpa pamrih, dengan gaji yang tidak seberapa. Bapak korban juga seorang guru puluhan tahun. Mereka keluarga ikhlas yang mendedikasikan ilmunya untuk bangsa,” kata Nawardi.</p>
<p>Diketahui, korban adalah guru tidak tetap pengampu materi kesenian yang disukai siswa. Kegemaran dan kemahiran dalam bidang seni dan musik membuatnya disenangi anak didik dan guru. Bapaknya, M. Satuman Asari, juga mengabdi menjadi guru honorer selama lima belas tahun.</p>
<p>&#8220;Mereka mengabdi untuk mencerdaskan anak didik, untuk kemajuan negeri. Saya berharap, kasus ini diselesaikan secara hukum, melalui mekanisme hukum yang berlaku. Kita tahu pelaku kekerasan ini di bawah umur,” sebut mantan anggota DPRD Jawa Timur tersebut.</p>
<p>Nawardi menilai, peristiwa ini menjadi bukti bahwa pendidikan formal di Indonesia belum memaksimalkan nilai kesantunan. Ia khawatir, kejadian pemukulan ini akan merusak marwah pendidikan di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kita kehilangan sosok kreatif, seorang guru teladan yang mengajar bukan karena gaji. Kepolisian dan pengadilan memang telah memproses kasus hukum ini. Tetapi, yang juga penting menurut saya, kita diteksi bahwa ada yang salah dari sistem formal sekolah kita,” ungkap Ketua HKTI Jatim ini.</p>
<p>Menurut Nawardi, peristiwa ini telah membuktikan bahwa kerangka pendidikan karakter belum secara maksimal dilaksanakan di sekolah. Padahal, bagi Nawardi, hal itu penting untuk membentuk pemahaman religius dan sosial peserta didik.</p>
<p>&#8220;Nilai dari pendidikan karakter belum tersentuh. Sistem sekolah masih terlalu berfokus pada soal materi ajar dan LKS. Padahal, ada prinsip yang harus ditanamkan kepada siswa di luar materi buku, yaitu karakter dan kesantunan,” ungkap mantan wartawan Tempo ini.</p>
<p>Nawardi menambahkan, sekolah harus memerhatikan pendidikan moral. Pendidikan moral, menurutnya, adalah modal awal untuk meneguhkan karakter peserta didik. Kemudian, lanjut Nawardi, pendidikan agama juga sangat penting untuk menanamkan perilaku yang santun.</p>
<p>&#8220;Moral dan keadaban tidak melulu diajarkan melalui lembar teks sekolah, tetapi melalui instrumen lain untuk mendukung karakter siswa. Bimbingan Konseling (BK), misalnya. Apalagi, menurut saya, pendidikan agama sangat penting untuk memantapkan kesantunan dan akhlak luhur,” tegasnya.</p>
<p>Nawardi berharap, kejadian praktik kriminal kepada guru tidak lagi terulang di lembaga pendidikan. Sejak dini, peserta didik harus dibekali dengan peneguhan karakter. Tak kalah penting, tambahnya, lingkungan harus kondusif mendukung nilai karakter yang telah diajarkan di sekolah, baik keluarga, kerabat, dan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Semoga tidak terulang kejadian memilukan ini. Semua orang bersedih. Saya harap, sekolah benar-benar membekali peserta didik dengan nilai karakter, baik melalui pengajaran formal atau tidak. Pemerintah melalui Kemendikbud juga harus mengontrol, bila perlu redesain, sistem pendidikan di sekolah. Pastikan enam karakter itu betul-betul dihadirkan di ruang kelas,” tegas Nawardi.</p>
<p>&#8220;Kemendikbud juga mesti mengatur model perlindungan terhadap tenaga pendidik di sekolah. Baru sekali ini ada siswa memukuli gurunya hingga meninggal. Ini mesti menjadi koreksi dari Kemendikbud, hal apa yang mesti dibenah di sistem pendidikan sekolah” tegas Nawardi.</p>
<p>Seperti diketahui, kasus penganiayaan guru kesenian bernama Ahmad Budi Cahyanto oleh muridnya inisial MH terjadi pada Kamis (01/02) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Budi Cahyanto sedang mengajar di kelas materi kesenian dan melihat MH mengganggu teman-teman lainnya. Budi Cahyanto mendatangi siswa MH dan mencoret pipinya dengan tinta.</p>
<p>Namun siswa MH memukul Budi Cahyanto. Pelaku juga dikabarkan mencegat Cahyanto saat pulang sekolah dan memukul korban. Sampai di rumah, korban langsung tidak sadarkan diri dan dirujuk ke RS. dr. Soetomo Surabaya. Namun naas, nyawa Budi Cahyanto tidak terselamatkan dan ia meninggal di rumah sakit sekitar pukul 21.40 WIB.(*)</p>
<!-- RatingBintangAjaib --><p><a rel="nofollow" href="https://portalmadura.com">PortalMadura.com - Situs Berita Madura Terkini</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portalmadura.com/siswa-pukul-guru-hingga-tewas-senator-sebut-sekolah-minus-pendidikan-kesantunan-121966/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
