Tahun 2017, Pemkab Sumenep Janji Benahi Objek Wisata

Avatar of PortalMadura.com
Visit Sumenep Year 2018, Masuk Pembahasan Musrembang
dok. Achmad Fauzi
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berjanji akan berbenah dalam segi pariwisata di tahun 2017 dengan cara mengklasifikasi tempat wisata ke dalam empat kategori yakni wisata Kota, Religi, Sejarah dan Bahari.

“Pada tahun 2017, kami akan membenahi objek wisata di Sumenep. Saat ini sudah kami klasifikasi pada empat wisata yakni wisata kota, religi, sejarah dan bahari,” ungkap Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Rabu (24/8/2016).

Ia menyampaikan, untuk wisata Kota, nanti akan ada penataan tempat kulinir dengan baik dan transportasi wisatawan yang datang ke Sumenep akan diarahkan kelilling menggunakan alat transportasi yang sudah disiapkan oleh pemerintah.

“Bus tidak lagi masuk ke kota atau ke tempat wisata, melainkan di tempatkan di Tajamara. Dari Tajamara, para wisatawan akan menggunakan bus atau andong yang telah disiapkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Produktivitas Gol Tim Al Istikmal vs Al Amin

Di tempat wisata sejarah yakni di Kraton Sumenep, saat ini sudah mulai berbenah. Namun, pada tahun 2017 petugas pengantar wisatawan nanti akan berpakaian budaya agar benar-benar tercipta sakralitas di lingkungan wisata sejarah tersebut.

“Selama ini petugasnya hanya berpakaian biasa, sehingga tidak tampak kesakralan pada saat wisatawan masuk ke tempat wisata sejarah itu,” ucapnya.

Wabup menambahkan, pemerintah juga menyiapkan wisata Bahari. Ada dua tempat wisata yang akan dikembangkan dalam pariwisata bahari yakni Pulau Gili Labak, Desa Kombang, Kecamatan Talango dan Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek.

“Saat ini dua tempat wisata bahari itu memang sudah banyak menyedot pengunjung, namun tahun depan akan menjadi prioritas kami dalam pengembangan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Sumenep Tambah 2 Medali Emas dan 1 Perak

Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan, dari dua tempat wisata bahari itu akan dikembangkan sehingga dapat menghasilkan tidak hanya ekonomi mikro melainkan ekonomi makro sehingga bisa menyumbang kepada pendapatan asli daerah (PAD).

“Kalau dua wisata bahari ini sudah dikembangkan dengan baik, maka akan bisa menyumbang ke peningkatan PAD,” tukasnya. (arifin/choir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.