Tak Punya Identitas, Nenek Hidup Sebatangkara di Gubuk Reot

Avatar of PortalMadura.com
sebatangkara
Salah seorang warga berkunjung ke rumah Mbah Satami (@portalmadura.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Seorang nenek berusia 75 tahun, Mbah Satami, begitu ia akrab disapa, hidup sebatangkara di gubuk reot. Ia tidak memiliki identitas kependudukan.

Nenek ini, bertempat tinggal di Dusun Moralas, Desa Karduluk Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Gubuk Mbah Satami hanya berukuran 5×4 meter. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu dan sudah lapuk termakan usia. Kondisinya, sangat tidak layak sebagai hunian.

Untuk menyambung hidupnya, Mbah Satami harus mengumpulkan barang bekas yang ia cari dengan cara berjalan kaki semampu ia melangkah.

“Pagi berangkat sore pulang,” ujar Mbah Satami, Selasa (29/12/2020).

Karung goni menjadi teman setianya saat mencari barang-barang bekas yang jaraknya puluhan kilo meter. Ia jual ke pengepul barang bekas di wilayah Pasar Kapedi, Pragaan.

Baca Juga:  Dua Tim Bola Voli Pasir Putra Sumenep Raih 2 Medali Perunggu

Bagi Mbah Satami, sudah sangat bersyukur dengan hasil penjualan barang bekas yang dicari seharian meski hanya Rp10 ribu.

Uang itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Begitu aktivitas Mbah Satami setiap hari untuk menyambung hidup.

Salah seorang warga yang sempat menyambangi, Moh Hasan menduga Mbah Satami tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah karena tidak memiliki identitas.

“Identitas pribadi tidak punya, seperti KTP atau KK,” katanya.(*)


Baca Juga:  Sumenep 'Pecah Telur' Tim Putri Bola Voli Pasir Raih Medali Emas
Ikuti Berita Terbaru Dari PortalMadura.com di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.