oleh

Takdir Allah dan Hukum Alam, Apa Itu? Ini Penjelasannya

PortalMadura.Com – Takdir atau ketetapan Allah SWT merupakan keniscayaan dan kehidupan yang tidak akan terlepas dari manusia. Untuk itu, apabila seseorang memahami takdir dengan benar, niscaya mereka akan memahami kehidupan. Namun, jika keliru memahaminya, niscaya mereka tidak mampu memahami kehidupan, seperti dikutip dari Republika.co.id, Minggu (8/12/2019).

Sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya, Kami telah menciptakan segala sesuatu dengan takdir (yang telah Kami tetapkan kepadanya di Lauhil Mahfudz” (QS al-Qamar:49).

Lantas, apakah kepintaran dan kebodohan, kebahagiaan dan kesengsaraan, masuk surga dan neraka adalah ketentuan Allah semata?. Perlu diketahui, takdir ternyata terbagi menjadi dua bagian, yaitu ada takdir yang memaksa dan ada takdir yang bijaksana.

Pertama, takdir yang memaksa. Takdir yang memaksa adalah ketentuan Allah yang diterima tanpa ada sangkut paut dengan usaha seorang hamba. Ketika dilahirkan, bisakah Anda memilih untuk menjadi seorang laki-laki atau memilih menjadi seorang perempuan?. Yah, jawabannya tidak bisa. Demikian adalah contoh takdir yang memaksa. Takdir tersebut tidak bisa diganggu siapa pun, hanya Allah yang maha tahu atas ketetapannya.

Kedua, takdir yang bijaksana. Takdir ini merupakan ketetapan Allah kepada seluruh hamba-Nya agar mereka dapat memilih dan berusaha.

Jika kepintaran dan kebodohan adalah ketetapan Allah yang memaksa, tidak ada satu orang pun di dunia ini yang mau belajar. Karena mereka tahu, meskipun mereka belajar, kalau Allah menakdirkan bodoh, ya pasti bodoh.

Loading...

Lalu, di mana letak takdir Allah?. Jika ingin pintar maka belajarlah dan jika ingin bodoh maka bermalas-malasanlah, itulah ketetapan Allah dan pilihlah sesuai keinginan Anda. Begitupun dengan masalah masuk surga dan neraka. Ini masalah pilihan, jika beriman dan beramal saleh, pastilah surga bagiannya.

Baca Juga: Subhanallah, Ternyata 4 Amalan Ini Bisa Mengubah Takdir Buruk

Untuk itu, sesungguhnya Allah tidak pernah zalim kepada semua makhluk, justru makhluklah yang menzalimi diri sendiri.Takdir Allah bisa disebut dengan sunatullah. Sunatullah (hukum Allah) sering disebut dengan hukum alam.

Sementara orang kafir (ateis) meyakini, hukum alam ini berdiri sendiri, tidak ada seorang pun yang mengatur hukum alam ini. Namun, Islam memahami bahwa hukum alam tidak berdiri sendiri. Artinya, hukum alam beroperasi sesuai aturan yang telah ditetapkan Allah.

Misalnya, hukum alam menyatakan, api itu panas dan memang itu faktanya. Namun, apakah hukum alam ini bisa berubah?. Islam menjawab ‘bisa’. Ketika nabi Ibrahim AS dimasukkan ke dalam api yang sangat panas, apakah nabi Ibrahim merasakan panas?. Allah memerintahkan api tersebut supaya terasa dingin dan aman. Inilah bukti, Allah yang menghukumi alam. Jadi, kenalilah takdir Allah dan kenalilah hukum alam. Wallahu A’lam.

Rewriter : Salimah
Sumber : republika.co.id
Berita PortalMadura
Loading...
Tirto.ID
Loading...

Komentar