‘Takdir Seorang Manusia’, Pembinaan Rohani Bagi Tahanan Polres Sumenep

Avatar of PortalMadura.com
Penulis: HartonoEditor: Hartono
'Takdir Seorang Manusia', Pembinaan Rohani Bagi Tahanan Polres Sumenep
Para tahanan Polres Sumenep mendengarkan ceramah dari dalam jeruji besi

PortalMadura.Com, , Madura, Jawa Timur, memberikan pembinaan rohani dan mental kepada para tahanan, Senin (28/11/2022).

Pembinaan tersebut menghadirkan ustaz Ahmad Khudaifa bertajuk “Takdir Seorang Manusia”. “Pembinaan itu rutin dilakukan dua kali setiap bulan,” terang Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko.

Edo sapaan Edo Satya Kentriko menyampaikan, manusia harus banyak berdoa dan jangan sampai putus asa. “Kehidupan di dunia itu hanya sandiwara dan sesaat. Sedangkan kehidupan yang hakiki adalah kehidupan di akhirat kelak,” katanya.

“Semoga setelah menjalani ujian ini kita dapat bangkit dan berganti menjadi manusia yang lebih baik dan taubatan nasuha,” ucapnya.

Sementara, ustaz Ahmad Khudaifa dalam ceramahnya menyampaikan, takdir manusia itu bisa berubah, karena ada tiga hal yang harus dilakukan. “Pertama usaha, jangan kamu hancurkan dirimu dengan keputus asaan, beriktiar dan niat serius untuk berubah karena Allah SWT,” katanya.

Kedua, berprasangka yang baik kepada Allah SWT. Ada dua orang yang bisa masuk surga, di antaranya kelompok orang yang takut kepada Allah dan selalu berdoa ‘Allahumma Ajirni Minannar. “Meminta surga dan memohon perlindungan dari api neraka dan orang yang berprasangka baik kepada Allah,” ujarnya.

Ketiga, selalu berdoa. Manusia tidak boleh bosan dan putus asa untuk selalu berdoa. Ada sebuah kisah tentang Nabi Zakariya AS yang selalu berdoa kepada Allah SWT. Nabi Zakariya AS tidak diberi keturunan hingga umur 80 tahun sehingga selalu berdoa.

“Tidak kecewa dan selalu yakin kepada Allah SWT kalau doanya tidak akan tertolak,” katanya.

Kemudian pada usia 80 tahun, Nabi Zakariya AS diberi keturunan oleh Allah SWT (QS. Maryam ayat 1-5). “Maka, sebagai manusia kita patut mencontoh prilaku Nabi Zakariya AS sebagai hamba Allah SWT,” tandas ustaz Ahmad Khudaifa.

Dalam kegiatan pembinaan rohani dan mental tahanan yang mendengarkan dari balik jeruji besi itu, hadir piket Pawas AKP Prabowo Kurniawan, Kasat Tahti Ipda Muhajirin, piket Provos Aipda Agus Hariyono dan anggota piket jaga tahanan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.