Taman Masjid Agung Sumenep Bakal Disulap Jadi Parkir Jamaah

Avatar of PortalMadura.com
Abd. Wahid "Cagar Budaya Ini Akan kami Selamatkan"
Abd. Wahid "Cagar Budaya Ini Akan kami Selamatkan"

PortalMadura.Com, Sumenep – Areal taman di depan Masjid Agung kota Sumenep, Madura, Jawa Timur bakal disulap menjadi lahan parkir khusus jamaah dengan nilai anggaran sebesar Rp 200 juta dari APBD Perubahan 2014.

“Renovasi untuk lahan parkir masjid akan segera dilakukan, karena akhir tahun ini harus sudah selesai,” kata Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP) Sumenep,  Ir. Abd. Wahid, Sabtu (18/10/2014).

Dia memastikan, renovasi areal parkir ini bukan untuk membongkar cagar budaya Masjid Agung, tapi untuk memperluas areal parkir jamaah masjid dan wisatawan yang semakin tahun semakin bertambah.

“Kami tidak akan membongkar cagar budaya. Ini hanya menambah areal parkir masjid. Karena, selama ini mobil-mobil wisatawan religi tidak mendapatkan tempat,” ujarnya.

Baca Juga:  Temui Paskibraka, Bupati Sumenep Ingatkan Fokus Latihan dan Jaga Kesehatan

Terkait dengan tugu kemerdekaan di halaman masjid yang direncanakan akan menjadi areal parkir, pihaknya memastikan tidak membongkarnya, melainkan akan memberikan pagar.

“Tugu ini akan kami beri pagar. Jadi, tidak akan dibongkar,” tegasnya.

Dia menegaskan, rencana perluasan parkir masjid itu sudah disetujui oleh takmir masjid dan bupati. “Jadi tinggal melaksanakan renovasi itu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Agung Sumenep, Husin Satriawan menyampaikan terima kasih dan sangat setuju dengan upaya renovasi tempat parkir Masjid Agung.

“Ini sebenarnya program takmir, tapi takmir kan tidak ada dana yang mencukupi. Makanya setelah ada program dari pemerintah, ya kami langsung setuju,” terang Husin.

Selain untuk lahan parkir. Pada hari-hari besar Islam, membutuhkan lokasi yang cukup luas, sehingga jamaah tidak harus memanfaatkan Taman Adipura atau yang dikenal Taman Bunga (TB).

Baca Juga:  Bulan Muharam, Prasasti Berisi Wasiat Panembahan Sumolo Dikembalikan ke Tempat Semula

“Bayangkan saja, kalau salat Id, jamaah harus menempati taman bunga. Sehingga lahan di depan masjid itu terbuang percuma,” urainya.(arif/htn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.