Tambat Labu Rusak dan Makam Warga Pulau Giliyang Tergerus Ombak Besar

  • Bagikan
Tambat Labu Rusak dan Makam Warga Pulau Giliyang Tergerus Ombak Besar
Warga gotong royong memperbaiki tambat labu yang rusak diterjang ombak besar (tangkapan layar)

PortalMadura.Com, Sumenep – Ombak besar yang melanda wilayah perairan laut Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, merusak sejumlah fasilitas umum.

Salah satunya, kerusakan pada tambat labu di pesisir barat Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep. Sejumlah makam warga juga dikabarkan tergerus ombak besar.

Kondisi tersebut tergambar dalam sebuah foto dan video warga yang dikirimkan pada PortalMadura.Com, Selasa (7/12/2021).

Tambat labu di pesisir barat Desa Banraas [Pulau Giliyang] mengalami rusak parah setelah diterjang ombak Senin (6/12/2021) dini hari. Hari ini, warga berusaha memperbaiki dengan dana swadaya.

Sedangkan pemakaman umum yang tergerus ombak dan sejumlah pohon tumbang diterjang angin kencang berada di wilayah Desa Bancamara.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Alwi.

“Kalau makam memang ada yang terkena ombak, tapi tidak sampai terbongkar. Pohon tumbang, ada,” kata Alwi pada PortalMadura.Com melalui telepon selulernya.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, untuk tambat labu, pihaknya kurang tahu secara detail karena masuk wilayah Desa Banraas.

Pihaknya juga membenarkan wilayah bagian barat Pulau Giliyang tergerus ombak setiap musim angin barat.

Sejak menjabat kepala desa selama dua periode, ia memperkirakan kerusakan bibir pantai [bibir pantai berkurang] kisaran 10 meter di sepanjang 1 kilo meter bagian barat Desa Bancamara.

“Daratan yang tergerus ombak [abrasi] itu sudah kisaran 10 meteran, untuk desa saya,” terangnya.

Sempat ada pembangunan tangkis laut dari pemerintah daerah. Namun, akibat derasnya ombak yang melanda setiap tahun, umurnya tidak lama. “Ya, cepat rusak juga,” katanya.

Pulau Giliyang merupakan lokasi wisata oksigen terbaik kedua dunia yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Sumenep dan menjadi ikon Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dan Pulau Giliyang memiliki luas sekitar 9 km persegi yang terdiri dari dua desa, yakni Desa Banraas dan Bancamara, Kecamatan Dungkek, Sumenep.(*)

Tonton Tambat Labu Rusak dan Makam Tergerus Ombak Besar Pulau Giliyang Sumenep

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.