oleh

Tantangan Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 di Sampang

oleh : Muslimah*

Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap seluruh sektor kehidupan, tidak terkecuali juga di sektor pendidikan.

Selamat Ibadah Puasa

Meskipun telah mendapatkan solusi dengan pembelajaran dengan metode e-learning, tantangan tetap muncul.

Tantangan ini dialami oleh seluruh level pendidikan mulai pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Kebiasaan menggunakan pembelajaran yang bersifat offline (tatap muka) menjadi kendala di masa pandemi corona yang serba harus menjaga jarak fisik.

Sebenarnya, di Kabupaten Sampang punya banyak tantangan besar dalam penanganan Covid-19 ini. Dari semua aspek yang menjadi tantangan, saya lebih terfokus pada aspek pendidikan.

Pendemi Covid-19 memaksa kebijakan physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk meminimalisir persebaran Covid-19.

Penerapan physical distancing sangat berdampak pada aspek pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan kebijakan belajar dari rumah, pembelajaran daring (online).

Pembelajaran secara daring harusnya mendorong siswa dan siswi menjadi kreatif, mengakses sebanyak mungkin ilmu pengetahuan, serta menghasilkan karya. Bukan membebani siswa dengan tugas yang bertumpuk setiap hari.

Banyak faktor yang menghambat terlaksananya efektifitas pembelajaran daring di Kabupaten Sampang, di antaranya, yang pertama pada penguasaan teknologi yang masih rendah, harus diakui tidak semua guru menguasai teknologi terutama guru generasi 80-an yang pada masa mereka penggunaan teknologi belum begitu tampak.

Keadaan hampir sama juga dialami oleh para siswa-siswi, tidak semua siswa dan siswi terbiasa menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan masih banyak sekolah yang memiliki keterbatasan teknologi sehingga mereka harus rebutan dalam menggunakan perangkat teknologi pendukung pembelajaran dan bahkan mereka tidak dikenalkan teknologi dalam pembelajaran.

Yamg kedua yaitu Jaringan internet, pembelajaran daring tidak lepas dari pengunaan jaringan internet, penggunaan jaringan seluler terkadang tidak stabil karena letak tempat tinggal yang masih jauh dari jangkauan sinyal seluler.

Ketiga yaitu biaya, jaringan internet yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran daring menjadi masalah tersendiri. Kuota yang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi melonjak lebih mahal dari sebelum pandemi Covid-19.

Kita bisa melihat kesenjangan ini dengan melihat perbedaan kecepatan internet diberbagai daerah yang ada di Kabupaten Sampang. Berbeda dengan orang-orang di pusat kota sering menikmati internet yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah yang kurang berkembang.

Alasan pertama, pembatasan di Kabupaten sampang, adalah kebijakan untuk melakukan lockdown lokal menjadi hambatan besar bagi pendidikan di Sampang.

“Semua ini adalah cara Tuhan dalam menjalankan roda kehidupan di dunia ini, semoga kita semua bisa semakin baik menjalani kehidupan di akhir zaman ini. Aamiin…”

*Penulis : Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang, jurusan Akuntansi, semester V.

“Redaksi PortalMadura.Com menerima tulisan opini, artikel dan tulisan lainnya yang sifatnya memberi sumbangan pemikiran untuk kemajuan negeri ini. Dan semua isi tulisan di luar tanggung jawab Redaksi PortalMadura.Com”.

.
.

Komentar