oleh

Target PAD Turun 20 Persen, Sampang Alami Defisit Anggaran

PortalMadura.Com, Sampang – Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengalami defisit anggaran mencapai Rp.256 miliar yang ditutupi dari pembiayaan daerah pada tahun 2021.

Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi menyampaikan, seluruh perhitungan antara rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021 diperoleh defisit sebesar Rp. 254.625.653.561.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Kami ketahui bersama, bahwa pemerintah daerah sedang difisit anggaran. Namun, kami akan mengambil langkah bagaimana sebisa mungkin untuk efisiensi anggaran yang ada,” ujarnya, Jumat (17/9/2021).

Menurut politisi partai NasDem itu, sesuai dengan kebijakan umum perubahan APBD Sampang serta prioritas dan plafon tahun anggaran 2021 yang telah ada kesepakatan bersama dengan dewan.

Ada beberapa hal yang menjadi dasar perubahan APBD Sampang. Salah satunya, perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD murni tahun anggaran 2021.

Pada pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021, kata Ba Idi (sapaan akrab), perkembangannya terjadi perubahan asumsi tidak sesuai dengan asumsi yang tercantum pada KUA APBD tahun anggaran 2021.

Bahkan pihaknya mengakui, ada kesulitan pada capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sampai semester I tahun anggaran 2021, serta adaanya perubahan regulasi atas penerimaan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Sangat sulit bagi pemerintah daerah untuk mencapai target PAD yang ditetapkan pada APBD murni. Sehingga pada rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2021 terjadi penurunan target PAD sebesar 20%,” jelasnya.

Pihaknya telah melakukan tiga kali perubahan Peraturan Bupati (Perbup) tentang penjabaran APBD tahun anggaran 2021, menyesuaikan dengan beberapa regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat.

Disebutkan, APBD mengalami penurunan dari anggaran yang mencapai Rp. 1.871.474.797.332, menjadi Rp 1. 725.979.048.995. “Ada penurunan anggaran sebesar Rp 145 miliar ,” pungkasnya.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar