oleh

Tarian 'Keris' Melambangkan Bersatunya Pemimpin Dengan Rakyat

SUMENEP (PortalMadura) – Tarian Keris atau yang juga disebut Tarian Codik mewarnai prosesi Arya Wiraraja dan Pawai Budaya Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (2/11/2013).

Persembahan Tarian Kolosal Keris sengaja dipersembahkan dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Sumenep, yang ke 744. Tarian ini melibatkan 600 penari dari berbagai sanggar tari yang ada di Sumenep.

“Tarian keris ini melambangkan bersatunya antara pemimpin dengan rakyatnya. Karena sarung dan keris itu tidak akan pernah terpisah,” terang Kadis Pariwisata, Budaya dan Olahraga (Kadis Budparpora) Kabupaten Sumenep, Bambang Iriyanto.

iklan hari santri

Rencana awal, kata dia, penari tarian keris ditargetkan mencapai 1.000 orang. Namun, karena lokasi yang tidak memadai akhirnya diputuskan hanya 6.000 orang. “Ini juga upaya mengorbit potensi lokal Sumenep yang jarang dipublikasikan,” ujarnya.

Dalam tarian keris tersebut, penari terlihat gemulai dan lentur. Bahkan, senyuman manis sesekali terlihat, sehingga menambah semangat warga yang tumplek menyaksikan. Lenggak-lenggok penari Sumenep yang cantik itu, juga mampu memukai para pengunjung.

Dipinggang ratusan penari tersebut terdapat sebuah keris. Dan dipenghujung tarian, keris dihunus dari sarungnya (warangka). Lalu, kembali dimasukkan.

“Keris itu bukan melambangkan sebuah kekerasan tapi ketegasan seorang pemimpin dan pengayoman pada rakyatnya. Sehingga terjadilah kebersamaan dan persatuan,” terang Bambang.(Redaksi)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.