IPTEK  

Tata Cara Salat Gerhana Bulan Merah Darah 28 Juli 2018

Avatar of PortalMadura.com
Tata Cara Salat Gerhana Bulan Merah Darah 28 Juli 2018
Ilustrasi

PortalMadura.Com atau yang juga disebut merah darah akan terjadi pada dini hari nanti, Sabtu tanggal 28 Juli 2018. Terjadinya fenomena alam ini merupakan kebesaran dan keagungan Allah SWT.

Maka dari itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah, seperti melaksanakan salat sunah gerhana bulan (khusuf), berzikir, dan banyak beristigfar. Salat sunah khusuf ini terbilang sunah muakkad.

“Jenis kedua adalah salat sunah karena suatu sebab terdahulu, yaitu salat sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara berjemaah, yakni salat dua gerhana, salat gerhana matahari dan salat gerhana bulan. Ini adalah salat sunah yang sangat dianjurkan,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zein, Bandung, Al-Maarif, tanpa keterangan tahun, halaman 109).

Perlu umat Islam ketahui, bahwa secara umum pelaksanaan salat gerhana bulan diawali dengan salat sunah dua rakaat dan setelah itu disusul dengan dua khutbah seperti salat Idul Fitri atau salat Idul Adha di masjid. Hanya saja bedanya, setiap rakaat salat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk. Sedangkan dua khutbah setelah salat gerhana bulan tidak dianjurkan takbir sebagaimana khutbah dua shalat Id.

Baca : Gerhana Bulan Merah Darah Berlangsung Dini Hari Selama 1 Jam 42 Menit

Baca : Gerhana Bulan Merah Darah Picu Emosi Tinggi dan Tanda Kiamat. Benarkah?

Baca : Tak hanya Gerhana Bulan, Hujan Meteor Hingga Penampakan ‘bulan kembar’

Adapun jemaah salat gerhana bulan adalah semua umat Islam secara umum sebagaimana jemaah salat Id. Sedangkan imamnya dianjurkan adalah pemerintah atau naib dari pemerintah setempat.

Berikut ini :

1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.

Lafal niat salat gerhana bulan. (“Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ). Artinya, “Saya salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT”.

Niat di atas jika dilakukan secara berjemaah, tapi jika salat gerhana bulan sendirian tanpa menggunakan kata ‘imaman/makmuman‘.

2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

3. Baca taawudz dan Surah Al-Fatihah. Setelah itu baca Surah Al-Baqarah atau sepanjang surah itu dibaca dengan jahar (lantang). Atau membaca surah lainnya yang panjang.

4. Rukuk dengan membaca tasbih sepanjang membaca 100 ayat Surah Al-Baqarah.

5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surah Al-Fatihah. Setelah itu baca Surah Ali Imran atau sepanjang surah itu.

6. Rukuk kembali dengan membaca tasbih sepanjang membaca 80 ayat Surah Al-Baqarah.

7. Itidal. Baca doa i’tidal.

8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.

9. Duduk di antara dua sujud

10. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.

11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

12. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada diri pertama dianjurkan membaca surah An-Nisa. Sedangkan pada diri kedua dianjurkan membaca Surah Al-Maidah.

13. Salam.

14. Imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah salat gerhana dengan taushiyah agar jemaah beristighfar, dan semakin bertakwa kepada Allah, tobat, sedekah, memerdekakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.

Namun, apakah boleh dibuat dalam versi ringkas?. Dalam artian, seseorang membaca Surah Al-Fatihah saja sebanyak empat kali pada dua rakaat tersebut tanpa surah panjang seperti yang dianjurkan?. Atau bolehkah mengganti surah panjang itu dengan surah pendek setiap kali selesai membaca Surah Al-Fatihah?. Ternyata memperingkas bacaan diperbolehkan.

Hal ini lebih ringkas, seperti keterangan Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam I’anatut Thalibin berikut ini. “Kalau seseorang membatasi diri pada bacaan Surah Al-Fatihah saja, maka itu sudah memadai. Tetapi kalau seseorang membatasi diri pada bacaan surah-surah pendek setelah baca Surah Al-Fatihah, maka itu tidak masalah. Tujuan mencari bacaan panjang adalah memertahankan salat dalam kondisi gerhana hingga durasi gerhana bulan selesai,” (Lihat Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I’anatut Thalibin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz I, halaman 303). Wallahu A’lam.

Gerhana bulan tanggal 28 Juli 2018, akan terjadi sejak pukul 01.25 hingga 05.19 WIB. Gerhana total akan berlangsung sejak pukul 02.30 hingga 04.13 WIB.

Sedangkan puncak gerhana total pada pukul 03.21 WIB. ini diperkirakan akan terjadi dalam durasi 1 jam 43 menit.

Gerhana bulan total Micro Blood Moon akan berlangsung kala jarak Bumi dan Bulan mencapai 406.000 kilometer. Jarak ini, lebih jauh ketimbang jarak normal yang biasanya mencapai 384.000 kilometer.

Gerhana bulan total kali ini disebutkan terlama atau akan terjadi lagi pada tahun 2.100 dengan posisi Bulan di tengah-tengah bayangan Bumi.

Sedangkan gerhana Bulan biasa hanya berlangsung sekitar 60 sampai 70 menit.

(nu.or.id/Salimah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.