oleh

Tekad, Semangat dan Pengabdian H. Moh. Sahnan

PortalMadura.Com, Sumenep – Bermula dari kepergiannya merantau ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tahun 2001, kisah sukses perjalanan hidup H. Moh. Sahnan, diukir. Saat ini H. Moh. Sahnan menggeluti dunia usaha yang jarang dilakukan oleh warga Sumenep.

Usaha pertambangan batu bara. Usaha yang dirintisnya sejak tahun 2000 dan 2001 tersebut, kini seakan sudah menjadi bagian dari karir dan perjalanan bisnisnya. Setidaknya, saat ini tercatat usaha tambang batu bara yang dijalaninya telah beroperasi di tiga kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan.

Dari usaha batu bara yang dijalaninya kini usahanya merambah bidang lain yaitu jasa pelabuhan yang juga ada di Kalimantan Selatan. Atas keberhasilan menjalankan usaha batu bara dan pelabuhan ini, banyak pengusaha dan tokoh di Jakarta yang berniat mengajaknya untuk bermitra dan menjalankan usaha, terutama di bidang jasa pelabuhan.

Atas keberhasilan dan kesuksesannya dalam menjalankan berbagai usaha dalam skala besar, padat modal, padat tenaga kerja juga teknologi itu, H. Moh. Sahnan mendapat kepercayaan dari salah satu pemerintah di Jawa Tengah untuk menjadi kontraktor persiapan pembuatan kawasan industri terbesar di Jawa Tengah, dengan nilai yang cukup fantastis, hingga ratusan miliar rupiah.

Bagi H. Moh. Sahnan, apa yang dilakukannya tak sekadar dimaknai semata-mata sebagai bisnis untuk mencari keuntungan. Namun itu juga merupakan bentuk kepercayaan mitra terlebih lagi pihak pemerintah dan swasta kepada dirinya. Sehingga hal itu menjadi poin tersendiri bagi usaha yang digelutinya. H. Moh. Sahnan bersyukur dengan segala nikmat dan kelebihan yang dimilikinya, sehingga ia berupaya untuk memberi manfaat kebaikan dan juga memberdayakan orang lain dari apa yang diberikan kepadanya.

Salah satunya adalah dengan cara menginvestasikan dananya untuk mengembangkan usaha-usaha lain yang secara otomatis akan membuka lapangan pekerjaan, yang pada akhirnya menggerakkan perekonomian keluarga maupun masyarakat di lokasi usahanya berada.

Di daerah Surabaya Barat, H. Moh. Sahnan membuka usaha restoran yang mempekerjakan warga sekitar hingga 50 orang. Usaha kuliner ini secara langsung membawa dampak pada perputaran ekonomi bagi karyawan dan keluarganya, juga masyarakat sekitar.

H. Moh. Sahnan dikenal warga sebagai salah satu warga yang peduli dan penuh perhatian terhadap lingkungan dan masyarakat di mana ia berasal. Setiap kali lebaran dan pulang kampung ia selalu menyempatkan diri untuk menyantuni tetangganya yang kurang mampu dan tidak beruntung secara ekonomi.

Tak hanya itu, ia termasuk orang yang peduli terhadap kegiatan remaja, pemuda dan masyarakat. Ia selalu menjadi donatur dari kegiatan olahraga dan budaya yang digelar di daerahnya di Sumenep. Bahkan H. Moh. Sahnan dikenal sebagai donatur tetap dari berbagai kegiatan yang digelar oleh warga maupun pemuda dan pemerintah setempat, baik terkait dengan kegiatan perayaan hari besar nasional maupun keagamaan.

Baginya, semua hal yang dilakukannya merupakan wujud dari rasa cintanya terhadap lingkungan masyarakat, tempat dirinya tumbuh dan dibesarkan sehingga menjadi tokoh yang dapat dibilang berhasil. Dan tentu saja itu merupakan bagian dari pengabdiannya kepada masyarakat.

Dalam diri H. Moh. Sahnan, mengalir darah jiwa sebagai pejuang untuk meraih cita-cita dan keberhasilan dalam karir. Pada sisi yang lain hembusan dan tarikan nafasnya bermakna pengabdian yang tinggi terhadap lingkungan sosial dan masyarakat. Tak rugi kepulauan dan Kabupaten Sumenep memiliki putera daerah seperti H. Moh. Sahnan, pejuang yang gigih dan pengabdi yang setia pada kepentingan masyarakat.

Sebagai pengusaha yang malang-melintang di berbagai bisnis, tentu saja H. Moh. Sahnan memiliki banyak jaringan dan koneksi. Termasuk menghantarkannya untuk berteman dengan para tokoh di level nasional. Dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakri, ia sering kali berhubungan untuk kepentingan bisnis.

Begitu pula dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Ratjasa ia cukup kenal. Bahkan dengan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ia juga kenal. Begitu pula dengan sederet tokoh lain di level nasional maupun propinsi.

Semua Berawal dari Nol

Siapa sangka, di balik prestasi gemilang yang ditorehkannya sebagai seorang pengusaha dan wiraswastawan, ternyata H. Moh. Sahnan menyimpan kisah perjuangan yang cukup pahit dan berliku. Bahkan, kisah pahit dan jatuh bangun dalam membangun usaha itu yang kemudian menempa dirinya menjadi seorang wiraswasta yang mampu menghadapi segala tantangan dan rintangan dalam meraih cita-cita dan keinginan yang tinggi.

Setelah lulus dari Pendidikan Guru Agama (PGA) sekitar tahun 1993, H. Moh. Sahnan mencoba peruntungan dengan berjuang dan bekerja di negeri jiran Malaysia. Disana H. Moh. Sahnan bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia yang membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur negara Malaysia. Mulai dari jalan, gedung, rumah dan berbagai fasilitas pemerintah yang ada. Sebagai tenaga kerja Indonesia yang saat itu sangat dibutuhkan oleh pemerintah Malaysia.

H. Moh. Sahnan terbilang warga negara Indonesia yang cukup beruntung dengan penghasilan yang terbilang besar. Namun, H. Moh. Sahnan rupanya tidak mau menikmati manisnya bekerja di Malaysia sendirian. Ia kemudian membantu warga Kepulauan Kangean dan sekitarnya untuk bekerja di Malaysia. Berkat upaya yang dilakukannya banyak warga Kepulauan Kangean dan sekitarnya yang kemudian bisa bekerja di Malaysia dan selanjutnya bisa mengirim uang ke kampung halaman mereka untuk membantu keperluan orang tua, keluarga dan sanak saudara mereka.

Sebagai orang yang memiliki semangat juang dan wiraswasta yang menyukai tantangan dan berani dalam menghadapi suasana dan dunia baru, H. Moh. Sahnan kemudian hijrah ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di Banjarmasin H. Moh. Sahnan memasuki dunia yang sama sekali baru baginya. Ia mencoba usaha dan bisnis di bidang pertambangan batu bara, sebuah usaha yang selama ini cukup asing bagi dirinya.

Keawamannya dalam dunia batu bara ini yang kemudian dimanfaatkan oleh orang yang memiliki iktikad tidak baik, dan membuatnya rugi hingga miliaran rupiah. Namun pengalaman pahit tersebut menjadi pelajaran penting yang bermanfaat bagi keberhasilannya dalam menjalani usaha batu bara.

Terbukti, berselang tak begitu lama setelah kejadian tersebut, usaha batu bara yang dijalani H. Moh. Sahnan maju secara drastis. Bagi H. Moh. Sahnan, di balik semua hal yang terjadi pada dirinya pasti ada hikmah begitu besar yang telah disiapkan oleh Allah SWT, sehingga bagi manusia hanya menerima dan sabar dengan segala yang terjadi.

Apa yang Allah SWT siapkan untuk hamba-Nya pasti menjadi hal yang terbaik, yang kadang secara tidak mampu ditangkap sejak awal. Namun seiring dengan perjalanan kehidupan manusia, hal tersebut akan dapat dibaca, dianalisis dan direnungkan, sebagai salah satu cara Allah SWT menguji dan untuk selanjutnya, memberi kelebihan bagi hamba-Nya.

Berbakti Kepada Orang Tua dan Sayang Keluarga

Salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan usaha maupun karirnya sebagai wiraswatawan, H. Moh. Sahnan percaya dan yakin dengan apa yang disebut “karomahnya” orang tua, terutama ibu. Bagi H. Moh. Sahnan ibu merupakan kompas yang selalu mengarahkan gerak jarum kehidupannya. Sehingga, seluruh titah dan restu ibunya yang dikenal sebagai wanita yang rajin dan tekun beribadah menjadi penuntun langkah kehidupan dan karirnya.

Malah, bagi H. Moh. Sahnan ibu merupakan sumber energi utama dalam menjalani kehidupan dan usahanya. Salah satu cita-cita yang dulu tertanam dalam jiwanya adalah ingin membanggakan orang tuanya terutama sang ibu, selama orang tuanya masih ada. Baginya, membanggakan orang tua bukanlah persoalan membalas jasa dan kebaikan orang tua kepada anaknya, namun lebih pada bakti anak yang harus selalu ditunjukkan oleh anak kepada orang tuanya.

Salah satunya adalah dengan cara menghajikan orang tuanya. Hal tersebut yang terus membuat dirinya giat bekerja dan berusaha, hingga kemudian keinginan tersebut terwujud secara nyata. H. Moh. Sahnan mengaku sangat bersyukur bisa mewujudkan mimpi dan keinginannya untuk menghajikan orang tuanya.

Alhasil, H. Moh. Sahnan hampir pasti selalu berkonsultasi kepada ibunya, sekaligus meminta restu dan doa ibunya, saat hendak memutuskan sebuah hal penting dan mendasar dalam kehidupan maupun usaha yang dijalaninya. Jika restu ibu tak diperoleh, berat bagi dirinya untuk memulai melakukan hal tersebut. Namun jika restu ibu sudah diraih, maka itu merupakan sokongan besar yang akan membuat semangatnya semakin kuat.

Selain itu, keluarga yang sangat mendukung terhadap segala usaha dan perjalanan karirnya menjadi kata kunci kedua yang menjadi ujung tombak keberhasilan dan kesuksesannya selama ini. Keluarga yang bahagia, harmonis dan saling mengisi merupakan bagian dari pilar paling penting dalam sebuah perjalanan usaha dan karir seseorang.

Banyak orang tidak menyadari betapa pentingnya keberadaan isteri dan anak-anak bagi seorang suami dan ayah dalam mengelola dan menjalankan usahanya. Namun tidak begitu bagi H. Moh. Sahnan, ia mengerti dan paham betul posisi penting dan strategis dari seorang isteri dan anak-anak. Sehingga dengan begitu, ia memposisikan isteri dan anak-anaknya sebagai mitra dalam menjalani proses kehidupan.

Isteri misalnya, tak hanya sekadar diminta pendapatnya terhadap sebuah persoalan, namun seringkali H. Moh. Sahnan menerima banyak masukan dari isteri untuk sebuah persoalan atau upaya yang dilakukan. Sehingga, tidak sebagai suami yang selalu dominan dalam menjalankan keluarga maupun usaha.

Begitu pula dengan anak-anaknya, terhadap mereka H. Moh. Sahnan tampak sangat memberi keleluasaan untuk menentukan pilihan, baik dalam pendidikan maupun usaha yang akan dijalani. Salah seorang anaknya sekarang belajar di Universitas Ciputra. Selain belajar ia telah sukses merintis usaha properti dan bisnis IT bersama rekan-rekannya sesama mahasiswa di Ciputra.

Sedangkan anaknya yang lain juga berhasil meraih prestasi tingkat kabupaten dan propinsi di bidang sains. Bahkan, beberapa kali anaknya berkesempatan mewakili sekolahnya mengikuti olimpiade, di bidang sains dan teknologi yang digelar di luar negeri.

Hal tersebut bisa terwujud berkat kekompakannya bersama sang isteri dalam memberi bekal pendidikan dan budi pekerti bagi anak-anaknya. Dengan begitu anak-anaknya merasa betul-betul mendapat penghargaan dan daulat di rumahnya sendiri, sehingga tidak butuh mencari ruang ekspresi yang menyimpang di luar rumah. (mc/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE