oleh

Telantarkan 8 ABK, Pemilik Kapal Lepas Tangan

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemilik kapal layar motor (KLM) Putra Jaya, H Masdawi, yang juga anggota DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur mengaku, semua kegiatan di kapal merupakan tanggung jawab juragan atau kapten kapal, Daib (bukan Daim, red).

“Saya hanya pemilik kapal, jadi semua kegiatan di kapal sudah tanggung jawab juragan (kapten kapal, red),” kilah H Masdawi, Selasa (5/4/2016).

Ia mengaku tidak tahu apa yang terjadi di kapal. Sebab, biasanya kalau ABK itu harus tunduk terhadap atasan (kapten). “Delapan ABK itu terburu-buru mau pulang, akhirnya turun, tidak bersama ABK lainnya, padahal kapal sudah mau pulang juga dan kemarin sore sudah tiba di Dungkek,” ucapnya.

Terkait dengan sistem pembayaran, lanjutnya, pihaknya juga tidak tahu karena dilakukan oleh juragan. Pemilik kapal tidak ikut campur.

“Namun, sistemnya bagi hasil dan pemilik kapal dapat bagian 45 persen dari perolehannya. Sisanya untuk ABK dan juragan,” tegasnya.

Sebelumnya, delapan ABK itu diturunkan paksa oleh kapten kapal atas nama Daib, di Pulau Pagerungan, kecamatan Sapeken. Untuk sampai di Sumenep mereka naik kapal barang dengan biaya Rp150 ribu.

Ke delapan ABK itu, Rahmat (55), asal Desa Juruk, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Warat (30), Desa Pandem Sari, Kecamatan Panjang, Kabupaten Pekalongan.

Selain itu, Wahyu (37), Yoga, Ikbal (13) dan Andi (18), masing-masing asal jalan A Yani, Kecamatan Jontaan Sari, Pekalongan dan Agus serta Gendom, keduanya asal Jakarta. (arifin/har)


Komentar