oleh

Telantarkan ABK, Pemilik Kapal Anggota Dewan Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemilik KLM Putra Jaya, yang diduga menelantarkan 8 anak buah kapal (ABK) di Pagerungan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep ternyata anggota DPRD setempat, H Masdawi, asal Kecamatan Dungkek.

“Pemilik kapal itu milik pak Masdawi, katanya anggota dewan sini (Sumenep, red),” terang Moh Wahyu, salah seorang ABK asal Pekalongan, di Sumenep, Selasa (5/4/2016).

Menurutnya, jumlah total ABK sebanyak 21 orang, mayoritas dari Pekalongan, Jawa Tengah. Dari 21 ABK itu, tiga orang sudah pulang lebih dulu karena sakit.

“Kami bekerja di Sumenep ini diajak Ucok. Awalnya akan dibekerjakan di Juwana, perairan Jawa Tengah, tapi ternyata dibawa kesini,” ucapnya.

Mereka sudah bekerja di Sumenep dengan KLM Putra Jaya, milik H Masdawi dengan kapten kapal Daim selama tiga bulan.

“Kami bekerja dengan sistem bagi hasil. Tapi setelah tiga bulan ini, belum ada pembagian bagi hasil, makanya kami minta pulang, justru kami diturunkan paksa di Pagerungan tanpa mendapatkan bayaran,” tegas wahyu.

Salah seorang ABK sempat menghubungi pemlik kapal, tapi ternyata pemilik kapal terkesan tidak mau tahu terkait persoalan yang dihadapi delapan ABK ini.

“Jawaban pak Masdawi sepertinya tidak mau tahu persoalan kami ini,” keluhnya.

Sebelumnya, kedelapan ABK itu diturunkan paksa oleh kapten kapal atas nama Daim, di Pulau Pagerungan, Kecamatan Sapeken. Untuk sampai di Sumenep mereka naik kapal barang dengan biaya Rp150 ribu.

Ke delapan ABK itu di antaranya, Rahmat, 55, asal Desa Juruk, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Warat, 30, Desa Pandem Sari, Kecamatan Panjang, Kabupaten Pekalongan. Selain itu, Wahyu, 37, Yoga, Ikbal, 13 dan Andi, 18, masing-masing asal jalan A Yani, Kecamatan Jontaan Sari, Pekalongan dan Agus serta Gendom, keduanya asal Jakarta.

Sementara itu, H Masdawi mengakui bahwa KLM Putra Jaya itu miliknya. Namun, kapal itu dikelola oleh warga Pekalongan, Daim yang statusnya sebagai kapten kapal.

“Ya, kapal itu memang milik saya. Tapi dipegang orang pak Daim, warga Pekalongan,” jawabnya. (arifin/choir)


Komentar