oleh

Tenaga Pendamping Desa di Sumenep Belum Jelas

PortalMadura.Com, Sumenep – Pendamping desa yang akan bertugas mendampingi aparatur desa dalam menggunakan dana desa di Sumenep, Madura, Jawa Timur hingga saat ini belum jelas.

Seharusnya, pendamping tersebut sudah terbentuk sejak awal Januari 2015 sebelum dana desa dicairkan.

“Informasinya, pusat akan memakai tenaga pendamping PNPM yang tahun kemarin akan diperpanjang hingga akhir tahun ini,” ungkap Ahmad Masuni, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP KB) Pemkab Sumenep, Jum’at (27/3/2015).

Kendati demikian, Masuni masih menyangsikan pola kerjanya pendamping desa tersebut, apakah tetap sama dengan tugas PNPM sebelumnya atau beda.

“Kami belum terima juknisnya apakah pola kerja pendamping itu sama dengan PNPM lalu atau seperti apa. Kalau tahun lalu ada PKAD, kerjasama antar desa, UPK, dan TPK,” ujarnya.

Sesuai aturan yang baru, tenaga pendamping desa itu ada tiga komponen yakni pendamping profesional, Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) dan pihak ketiga terdiri dari perguruan tinggi, ormas dan LSM.

“Tapi aturan yang baru itu belum bisa diberlakukan,” terangnya.

Sesuai data di BPMP KB, jumlah tenaga pendamping desa (PNPM) tiap Kecamatan ada 2 orang pendamping di 27 Kecamatan, total 54 orang, fasilitator Kabupaten 1 orang, petugas desa 1 orang di 328 desa. (arifin/htn)


Komentar